Thursday, February 16, 2012

TEHNIK MENCAMPUR PAKAN AYAM YANG BENAR


                                        TEHNIK MENCAMPUR PAKAN YANG BENAR

Terkadang proses pencampuran ransum pakan ayam bagi peternak sesuatu hal yang sepele, sehingga di kerjakannya dengan asal campur. Setelah di aduk-aduk selesai. Gara-gara hal sepele tersebut bisa-bisa ke unggulan genetic , ke unggulan produktivitas yang di miliki ayam bisa tidak akan muncul. Kenapa bisa? Ransum ayam yang biasanya terdiri dari jagung manifestasi dari karbohidrat / Energi Metabolisme, katul/ bekatul mewakili dari setengah karbohidrat dan sekumpulan multi vitamin B Kompleks, sedang konsentrat pengejawantahan dari kumpulan protein, di tambah Mineral Calsium, phosphor dan lain-lain.

Pencampuran yang tidak merata homogeny, mengakibatkan tidak setiap ayam mendapatkan asupan pakan yang komplit. Antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral harus saling ber- sinergi. Andai saja pencampuran ransum pakan tidak bisa homogeny, bagaimana mungkin di antara unsure-unsur pakan tersebut akan bisa menumbuhkan keunggulan genetic dan produktivitas ayam?

Jangan sia-saikan sejumlah uang yang kita keluarkan, untuk mengadakan ransum pakan menjadi percuma, hanya karena aplikasi pencampuran yang kurang tepat. Harap di ingat, biaya ransum pakan menyedot anggaran terbesar yang di keluarkan, hampir 70- 75 %. Sayang jika terbuang muspro.

Baiklah, segera saja saya paparkan langkah tahap per tahap di bawah ini :
a.       Hamparkan katul/ bekatul di lantai yang sudah di bersihkan dari kotoran debu, kaca, krikil, plastic ataupun potongan kertas. Harus benar-benar bersih. Jika ada katul/ bekatul yang menggumpal harus di lembutkan lagi.
b.      Lalu hamparkan jagung/ katul jagung, pilih salah satu, di atas hamparan katul/ bekatul. Merata, menutupi semua katul/ bekatul.
c.       Kemudian hamparkan Konsentrat di atas hamparan jagung/ katul jagung merata menutupi, hamparan jagung/ katuljagung.
d.      Mineral, bisa pakai mineral Medion/ mineral B12 dari PT Eka/ mineral hijau/ atau kombinasi di antara ke tiganya ( ini bukan promosi )
e.      Bagi hamparan pakan tadi menjadi empat bagian sama rata. Lantas mulai di aduk-aduk dimulai dari paling ujung.
f.        Setelah adukan sudah dirasa rata, lalu di pindahkan ke sisi lain. Mulai lagi mengaduk tiga bagian yang masih tersisa satu persatu. Adukan yang sudah merata di pindahke sisi lain diatas adukan yang pertama tadi, begitu terus hingga empat bagian pakan tadi terpindahkan semua ke sisi lain,yang seharusnya sudah mengunung ke atas.
g.       Pindahan adukan pakan yang sekarang berbentuk menyerupai gunung, mulai dipindahkan lagi ke sisi semula/awal. Pengambilan adukan pakan yang mengunung tadi , dimulai dari tengah, sehingga sisi kiri dan kanan pakan yang menggunung melorot saling tindih antara sisi kanan dan kiri. Terus saja pindahkan dan pindahan pakan inipun di buat menggunung lagi, hingga gunungan pakan ke satu, pindah ke gunungan pakan kedua.
h.      Proses pengadukan ransum pakan sudah selesai, tinggal memasukan ke dalam karung. Proses pemasukkan dalam karung, juga di mulai dari bagian tengah gunungan, dengan maksud karena sisi kanan dan kiri gunungan melorot saling tumpang tindih, secara otomatis kan sudah mencampur sendiri. Sehingga campuran makin Homogen. Untuk tambahan jangan mencampur pakan untuk stock, lebih dari tujuh hari masa pakai.Di kwatirkan akan terjadi oksidasi sehingga nilai gisi ransum tanpa di sadari berkurang/ menurun.

RONTOK BULU/ NGURAK/ MOULTING


                                         RONTOK BULU / NGURAK / MOULTING

Rontok bulu adalah hal yang normal pada hewan yang termasuk bangsa Unggas. Proses alami dalam usahanya meremajakan Ovum, calon telur. Rontok bulu biasanya terjadi pada ayam yang telah berproduksi lama, sekitar umur 70 minggu. Selama rontok bulu ayam tidak bertelur kurang lebih 1 – 2 bulan memprihatinkan. Rontok bulu yang umum terjadi meliputi bulu ekor dan sayap. Tidak setiap ayam saat rontok bulu memperlukan waktu 1 – 2 bulan semua. Karakter ayam yang telah mengalami seleksi genetic, pola rontok bulunya model “ NYULAM “ artinya meskipun satu dua bulu rontok tapi ayam tetap bertelur, walau prosentasenya turun. Yang terpenting pembentukan Ovum/ calon telur terus berlangsung , meski saat rontok bulu. Berarti ayam bertelur sepanjang masa hidupnya.

Tipe rontok bulu antara unggas darat ( ayam, kalkun, gemak, kampong, RAS ) dan unggas air ( bebek, itik, angsa ) berbeda. Yang saya terangkan di atas itu, untuk tipe unggas darat. Begitupun nanti pada perlakuaan FORCE MOULTING sudah pasti berbeda juga.

Baiklah, sekarang kita bahas rontok bulu untuk unggas air, terutama untuk itik/ bebek.  Setelah itik/ bebek bertelur 9 – 12 bulan, akan mengalami rontok bulu. Bulu bulu yang subur berjatuhan , digantikan bulu baru lagi. Hal ini untuk unggas air memerlukan waktu yang lebih lama di bandingkan unggas darat, kenapa? Karena kandungan minyak pada lapisan kulitnya lebih tebal dan banyak. Tipe rontok bulu itik model “ TOTAL “ dalam artian total berhenti telurnya , juga total perontokan bulunya.

                              METODE FORCE MOULTING ITIK/ BEBEK

Force Moulting, tindakan mempercepat masa rontok bulu dengan pemuasaan dan pengurangan jatah pakan minum. Intinya itik/ bebek di buat sress, dibikin gaduh, sehingga jika tingkat stress sudah pada tingkatan tertentu bulu akan rontok total. Lamanya waktu force moulting 1 – 1,5 bulan, normalnya waktu rontok bulu 3 bulan. Tindakan yang di lakukan, hari pertama dan kedua hanya di beri air minum tanpa pakan. Hari ke tiga hingga hari ke tujuh di beri air minum dan pakan setengah dari takaran asupan pakan normal tapi Cuma berupa dedak/ katul/ bekatul. Hari ke delapan hingga hari ke 12 di beri air minum dan pakan normal itik petelur tapi porsinya setengah saja. Mulai hari ke tiga belas  sampai masa Force Moulting selesai air minum di beri dan pakan normal di berikan, tapi asupannya di tambah sedikit- demi sedikit, hingga masa force moulting selesai, asupan pakan sudah kembali normal.


Wednesday, February 15, 2012

GANGGUAN ORGAN REPRODUKSI AYAM


                                                GANGGUAN ORGAN REPRODUKSI AYAM

               Organ reproduksi merupakan rangkaian dari salah satu kompleksitas system metabolism ayam yang begitu urgent. Saling sinergi, berkait antara satu dan lainnya, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, satu mengensampingkan yang lain. Tapi system organ reproduksi  yang terpenting, ini berhubungan dengan proses produksi pembentukan telur terjadi di sini. Kesempurnaan dari organ reproduksi menjamin, produksi telur yang optimal, kontiyu berkesinambungan, dan menghasilkan profit secara maksimal. Jika terjadi sedikit saja gangguan, produksi telur pasti drop.

               Beberapa gangguan sudah bisa di pediksi sebelumnya, seperti penyakit NCD ( New Castle Disease ), EDS ( Egg Drop Syndrome ), IB ( Infectious Bronchitis ), AI (Avian Influenza ) dan satu lagi penyakit CRD (Chronis Respiratory Disease ). Ke lima macam penyakit ini nanti saya bahas pada topic tersendiri agar lebih leluasa. Rencananya dengan judul “ 5 Penyakit Penurun Produktivitas telur Ayam “ Tetapi kebanyakan belum di ketahui sebab-sebab spesifiknya seperti PROLAPSE, SALPINGITIS, Peneluran dalam tubuh, OVIDUCT, pecah, Telur tidak dapat keluar dari OVIDUCT, Kuning telur pecah, HINDROP ASCITES. Biasanya gangguan tersebut yang sering muncul, baiklah kita bahas satu persatu.

               PROLAPSE :

Prolapse adalah keadaan dimana ujung saluran Oviduct  ikut keluar dari cloaka saat proses peneluran. Dan setelah telur keluar,  ujung Oviduct  tersebut tidak bisa kembali masuk ke cloaka.Sehingga memancing timbulnya sifat Kanibalisme, saling mematuk yang berakibat pada kematian.Kejadian Prolapse kebanyakan pada masa ayam Layer belajar bertelur.

Sebab-sebab Prolapse belum diketahui secara pasti. Beberapa pendapat mengatakan di sebabkan tidak seimbangnya hormone tertentu, adanya infeksi cacing, ayam bertelur terlalu muda, ukuran telur terlampau besar, dan lainnya. Ayam penderita Prolapse harus di keluarkan dari kandang, kalau ujung Oviduct  sudah membengkak, luka dan kotor maka ayam harus di afkir. Jika belum bengkak dan tidak terluka maka masih bisa kita usahakan untuk di sembuhkan. Sediakan minyak goreng, ambil ayam pegang , dengan cara di kempit di antara kaki kita dengan kepala ayam menghadap ke belakang. Oleskan minyak goreng pada Oviduct yang keluar, lalu jari telunjuk di olesi minyak. Dengan berlahan dorong ujung Oviduct masuk cloaka, setelah masuk, tahan dengan jari telunjuk kurang lebih 10 menit, hingga ujung Oviduct agak kaku dan tidak keluar lagi. Biasanya ayam akan sembuh, jika pada peneluran esok paginya, ujung Oviduct keluar lagi, tak ada jalan lain : AFKIR.

               SALPINGITIS :

Salpingitis adalah infeksi bakteri pada Oviduct yang jadi membesar, dan penuh berisi perkejuan ( gumpalan-gumpalan putih kekuningan ) . Infeksi ini berhubungan dengan penyakit CRD kompleks/ COLIBACILLOSIS.  Salpingitis muncul berhubungan dengan keteledoran peternak soal manajemen Bio Security yang kurang optimal. Gampangnya sanitasi kesehatan dalam lokasi kandang amburadul.

                HINDROP ASCITES :

Kejadian dimana bagian rongga abdomen/ perut membesar hingga bisa menyentuh lantai saking besarnya. Berwarna merah, bila di sentuh terasa keras dan panas. Jka dilakukan bedah bangkai terdapat Oedema yang berisi cairan dari rongga abdomen karena proses HIPOPROTEINNEMIA ( Rendahnya kandungan protein plasma menyebabkan merembesnya cairan dari pembuluh darah ). Ayam yang terserang Hindrop Ascites tidak menampakkan seperti ayam sakit, sebab nafsu makan dan minum ayam ini masih normal. Bisa juga karena proses HIPOKSIA ( Penurunan kandungan oksigen dalam udara karena pada dataran tinggi atau juga karena kandang dengan ventilasi yang jelek, kandang dengan kepadatan tinggi, debu, amoniak dan kelembaban tinggi. Penyebab utama adalah AMONIAK.

                  PENELURAN DALAM TUBUH :

Kondisi ini terjadi kalau sebutir telur yang masih berada dalam oviduct, dipaksa keluar dari bagian atas oviduct dan masuk dalam rongga, berkembang menjadi tumor. Ayam di afkir.

                  OVIDUCT PECAH :

Kejadian yang sangat jarang terjadi, bisa di lihat jika hanya oviduct di bedah. Disebabkan , adanya perintang di saluran oviduct. Kuning telur tidak dapat mencapai uterus, jatuh pada rongga abdomen, akhirnya menjadi tumor. Ayam di afkir.

                  
                   KUNING TELUR PECAH :

Kuning telur pecah di dalam ovaria, sehingga melumuri bagian ovaria yang berakibat pada kematian. Kejadian banyak pada ayam petelur yang berproduksi begitu tinggi/ atau saat pindah kandang.

                  TELUR TIDAK DAPAT KELUR DARI OVIDUCT :

Telur menyumbat saluran reproduksi, menutup di bibir dalam cloaka. Ayam telah berusaha keras tapi telur tak bergerak sama sekali. Bahkan memutar telur di dalam saja sama sekali tidak bisa, sampai bulu ayam berdiri semua dan posisi ayam seperti jongkok, wajahnya kelihatan “ ngeden “

Ayam harus segera di ambil tindakan, telat sehari saja, ayam di jamin mati. Ambil ayam , jepit dengan dua kaki kita, kepala hadap belakang. Ambil minyak goreng, olesi bibir luar cloaka dan telur yang sedikit sudah kelihatan. Setelah terolesi dorong pelan, telur sedikit ke dalam, kemudian putar telur dan olesi minyak goreng lagi, putar-putar telur sambil terus di olesi minyak. Saat terasa sudah agak kendur, raba perut ayam usahakan jari-jari tangan berada bi belakang posisi telur. Berlahan sekali tekan jari-jari keluar sampai telur sedikit-sedikit keluar, sambil terus di olesi minyak hingga keluar.

               




Monday, February 13, 2012

SISTEM SEXING DOC AYAM


                                                  SISTEM SEXING DOC AYAM

               Sexing adalah tindakan khusus untuk menentukan jenis kelamin DOC  ayam saat baru menetas atau baru umur 1 hari. Banyak pertanyaan dari teman-teman peternak yang di tujukan pada saya gimana caranya melakukan Sexing. Kalau saya tanggapi satu persatu, saya rasa malah kurang efektif, jika bisa saya jawab di blog atau grup FB yang akhirnya bisa di baca dan di pelajari khayalak ramai, saya rasa lebih bijaksana.Oke ndak usah banyak ngecap yang hanya asal, ikuti paparan di bawah ini.

               Dengan Sexing banyak hal yang bisa kita hemat / ekonomis, menguntungkan dari segi profit. Jantan atau betina yang bisa di pisahkan umur sehari, maka semua fasilitas peternakan dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan kutuk/ DOC betina menjadi dara. Umumnya perbandingan jantan dan betina : 50% ; 50%, hal ini penting bagi usaha peternakan yang khusus menghasilkan telur konsumsi, sebab yang di pelihara DOC betina saja. Begitupun buat usaha pembibitan/ BREEDER, DOC jantan yang di pelihara dapat di tentukan sesuai kebutuhan. Disamping itu, BREEDER bisa menjual DOC SEXING khusus betina dengan nilai profit berlipat. Tentu saja ini di perlukan keahliaan khusus, dan ketepatan menentukan jantan betina sangat tergantung kepada ketrampilan pelaksana Sexing itu. Keahliaan ini hanya dapat dimiliki seseorang apabila fisiknya cukup baik ampuh, terutama ketajaman daya penglihatan matanya dan kelemasan kelenturan pegangan tangannya dan telah mendapatkan latihan- latihan yang terarah, tekun dan bertanggungjawab dengan menggunakan ribuan bahkan puluhan ribu DOC  saat berlatih Sexing.

                Ada tiga metode Sexing,antara lain :

a.       Sexing mempergunakan  Chick Tester.
b.      Sexing system Vent Menthod atau membuka cloaka/ anus.
c.       Sexing metode pemuliabiakan/ Auto Colour Sex/ Cris Cross.

Sexing mempergunakan Chick Tester :
Alat ini di kenal dengan nama Chick Tester, ujung berbentuk tabung kecil dari kaca, di dalamnya terdapat lampu. Apabila di nyalakan , cahaya lampu keluar dalam bentuk sorotan pada ujung Chick Tester.Saat di masukan cloaka/ anus DOC , maka keadaan tubuh DOC jadi terang, tapi sebelumnya feces/ kotoran dalam saluran pencernaan di keluarkan terlebih dahulu. DOC di tangkap dengan tangan kiri, seolah-olah di gengam dengan ibu jari dari sebelah atas dan ke empat jari lainnya dari sebelah bawah. Bagian belakang tubuh DOC berada di antara ibu jari dan telunjuk. Ibu jari di tekankan ke atas pinggang sambil dengan cepat di geserkan kea rah belakang DOC dan dalam waktu bersamaan ke empat jari di tekankan agak ketat ke Abdomen/ perut sambil di geserkan ke arah kepala. Dengan gerakan jari ini kotoran/ feces  akan keluar, maka tabung Chick Tester di masukan anus/ cloaka. Waktu di masukkan tabung Chick Tester , di arahkan kebawah tulang punggung. Karena dinding usus masih tipis, akan terlihat jelas ada tidaknya buah TESTIS/ pelir DOC. Dengan adanya pemantulan cahaya pada lensa tabung yang di letakkan sedemikan rupa, sehingga bagian dalam tubuh, akan tampak pada lensa. Jika tampak bentuk yang menyerupai butiran beras pada kiri kanan tulang punggung, maka tanda itu adalah menunjukan DOC JANTAN, bila bentuknya remang-remang tak terlalu jelas maka itu adalah DOC BETINA. Itulah teorinya, untuk info Chick Tester ini terlalu mahal hanya pabrik besar yang punya.

Sexing system Vent Menthod atau membuka anus/ cloaka :
Kunci utama pada metode ini adalah ketrampilan, kelincahan dan ketelitian dari pelaksana Sexing dalam membuka anus/cloaka DOC. Tahapannya meliputi di bawah ini :
Pertama, tangkap kutuk dengan tangan kanan dan letakkan lehernya pada tangan kiri diapit diantara jari tengah dan jari manis.
Kedua, tekan Abdomen/ perut dengan ibu jari tangan kiri, secara pelan tepat dalam waktu singkat dan tekanan ini akan membuat kotoran/ feces keluar
Ketiga, kemudian ibu jari kiri itu di letakkan pada anus/ cloaka sehingga setengah bagian kiri lubang anus/ cloaka akan tertutup.
Keempat, letakkan telunjuk tangan kanan pada anus/ cloaka sehingga menutupi setengah bagian kanan lubang anus/ cloaka, setelah itu tekankan sedikit ke atas.
Kelima, letakkan ibu jari tangan kanan di sebelah bawah anus/ cloaka ( ibu jari itu kena ke bibir anus/ cloaka sebelah bawah ).
Keenam, sekarang ketiga jari itu ( ibu jari tangan kanan, ibu jari tangan kiri dan telunjuk tangan atas ) di gerakkan bersama-sama sekaligus, sehingga anus/ cloaka  bagian dalam menonjol keluar. Jari itu harus di gerakan sedemian rupa harmonisnya, sehingga dapat di lihat ada tidaknya alat Kopulasi berupa berbentuk garis atau butiran beras.

Pada waktu melakukan Sexing harus teliti sekali tepat untuk dan membuka lubang anus/ cloaka DOC, sebab tanda-tanda yang berupa GARIS ( BETINA ) atau BULAT BERAS ( JANTAN ) itu berada dalam lubang anus/ cloaka BAGIAN BAWAH. Dengan ketelitian itulah baru dapat dilihat alat Kopulasinya, jika kita dapat dengan tangkas membuka cloaka DOC maka dapat pula menentukan dengan cepat jenis kelamin dari DOC tersebut.

Dengan kepandaian-kepandaian itu waktu melakukan Sexing, walaupun tanda-tanda itu berada di bagian yang paling dalam dengan menggunakan jari tangan menekan kulit yang letaknya di pinggir lubang anus/ cloaka,akan dapatterlihat. Perhatikanlahdi waktu melakukan Sexing , sekali-kalijangan menekan kulit tersebut terlalu keras, hingga mengakibatkan keluar usus dan kotoran,sebab bila hal demikian ini terjadi,maka kulit yang berada di bagian dalamnya akan mengkerut/ tegang, sehingga nampaknya seolah-olah seperti titik sehingga terjadi kekeliruan diagnose.

Sexing metode pemuliabiakan/ Auto Colour Sex/ Cris Cross :

Sexing dengan pemuliabiakan lebih terkenal dengan istilah Auto Sexing, adalah jenis kelamin DOC sudah dapat dilihat saat kutuk menetas umur satu hari dengan adanya penampakan Visual tubuhnya terutama pada warna bulu. Makanya sering juga terkenal dengan nama Auto Colour Sex atau juga dengan melihat percepatan pertumbuhan bulu sayap.

Auto Sexing DOC dapat di peroleh dari hasil perkawinan jenis ayam-ayam tertentu.Penggunaan cara Sexing yang demikian ini sangat terbatas sekali, oleh karena cara ini tidak dapat di praktekan untuk semua jenis ayam, termasuk DOC dari jenis ayam Hybreed yang sangat popular dewasa ini. Sebenarnya ini dapat di akali dengan cara membuat ayam yang PURE BLOND/ Darah Murni terlebih dahulu, melalui cara melakukan perkawinan INBREEDING . Setelah mendapatkan Gallur yang murni baru menyilangkan keduanya.

Proses yang di atas itu jangan di anggap remeh dan mudah, untuk mempratekkannya memerlukan waktu 3 – 5 tahun baru mendapatkan ayam yang di inginkan. Lama memang tapi, kita akan mendapatkan ayam yang sifat FENOTIF maupun GENOTIF telah bersatu pada satu alur, yang darah baru/ darah dari ayam lain tidak boleh masuk sama sekali.Jika hal itu terjadi maka kerja keras kita selama 3 – 5 tahun penuh perjuangan akan sia sia tak bernilai hargannya, sebab kita harus memulai dari awal lagi.

Pada dasarnya intinya adalah mengumpulkan GENETIK HOMOZYGOT pada satu PURE BLOND tubuh ayam tertentu, baru setelah itu kita buat ayam ber- GENETIK HETEROZYGOT. Ayam komersial yang ada sekarang ini di buat dengan metode seperti di atas, karena membuat terlalu lama, kebanyakan pabrik BREEDING mengambil jalan pintas dengan membeli ayam PARENT STOCK dari luar negeri, meski harganya benar-benar selangit mahalnya. Mengapa saya paparkan agak sedikit ilmiah saintis, biar nanti rekan-rekan peternak ada sedikit bayangan gambarannya.

Sebelum lanjut kepokok masalah “ Sexing Auto Colour Sex “, saya cicil sedikit tahapan jenis ayam :
Pertama ayam STANDAR STOCK, asal mula pertama kali, darah ayam yang benar-benar darah murni, dua jenis ayam STANDART STOCK jika di silangkan menghasilkan ayam jenis yang ke dua namanya ayam GRAND PARENT STOCK (GPS ). Jika di silangkan lagi antar ayam GRAND PARENT STOCK menghasilkan ayam yang bernama PARENT STOCK. Ayam jenis STANDART STOCK, GRAND PARENT STOCK dan PARENT STOCK ini merupakan ayam bergenetik HOMOZYGOT ( coba perhatikan keterangan di atas agar tidak bingung ). Baru setelah antar dua jenis ayam PARENT STOCK ini di silangkan menghasilkan ayam yang bernama FINAL STOCK/ ayam Komersil/ ayam Filial 1, lebih terkenal dengan nama F.1.

Ayam FINAL STOCK ini merupakan ayam yang bergenetik HETEROZYGOT, tentu saja saat mengumpulkan ayam bergenetik HOMOZYGOT di atas, sudah harus di tentukan parameter keunggulan masing-masing ayam bagian mana yang di inginkan, untuk tujuan produksi telur atau produksi daging.

Gampangnya begini, ayam FINAL STOCK merupakan ayam edisi terakhir, jika keturunan ayam FINAL STOCK dikawinkan atar sesamanya akan kembali lagi ke perkawinan INBREEDING. Seperti ayam KRESING SUPER yang saya buat merupakan ayam FINAL STOCK, seharusnya ayam ARAB pun harus seperti itu, jika pembuatnya mengerti kaidah ilmu pemuliabiakan ternak.

Saya rasa rekan-rekan peternak sudah agak gamblang soal teorinya, jangan di kesampingkan disini ada muatan unsure seninya yang tidak semua orang memiliki. Baiklah saya ulangi detil-detil pentingnya saja, tentukan dulu, untuk produksi telur atau daging, baru mencari dua jenis ayam yang berlainan yang mana masing-masing memiliki unsure keunggulan yang saling melengkapi untuk tujuan yang sudah kita tetapkan diatas. Lalu ikuti tahapan jenis-jenis ayam di atas hingga ke tahap PARENT STOCK, saat persilangan di tahapan ayam ini akan muncul sifat CRIS CROSS, saling menyilangkan DNA / CROMOSOM pada keturunannya. Seandainya jantan berbulu hitam sedang betina berbulu putih maka keturunannya jantan jadi berbulu putih sedang turunan betina berbulu hitam,ini hanya misalnya untuk gampangnya saja. Sudah ya rekan-rekan peternak, cukup itu dulu,sebenarnya masih banyak topic lain yang mau saya bagi untuk rekan peternak tapi lain waktu saja


Saturday, February 11, 2012

MENGATASI SIFAT MENGERAM AYAM


                                            MENGATASI SIFAT MENGERAM AYAM

       Banyak peternak yang kadang pusing saat mendapati ayamnya pada jatuh, duduk mengeram , Cuma diam dan tidak produksi. Bingung, yang pinginnya segera mengeluarkan ayam dari kandang, tapi hati-hati saja jangan terlalu cepat ambil tindakan Culling. Sifat mengeram memang mempengaruhi produktivitas, tapi ayam akan segera berproduksi kembali.

       Di bawah pengaruh hormone Prolaxtin dari Pituitari Anterior, ayam menghabiskan begitu banyak waktu duduk di atas kandang. Saat mengeram  ayam mengkerutkan bulunya, mematuk siapa saja yang mendekat dan merupakan sifat turunan yang berasal dari Genetika Cromosom ayam kampong local Indonesia. Tapi sifat ini bisa di perbaiki lewat proses “ Pemendaman Genetik “.  Kulit ayam tidak memiliki kelenjar kecuali pada Uropigial ( kelenjar minyak )yang digunakan ( saat masa mengeram selesai ) Sekresikan minyak oleh ayam untuk membalut bulu dengan suatu lapisan pelindung melalui cara yang di sebut Preening.

       Cara sederhana untuk mempersingkat masa mengeram adalah dengan memandikan selama 5 – 10 menit dalam air es. Perendaman ini berguna untuk menurunkan suhu tubuh, sehingga hormone LTH yang memacu naluri mengeram bisa di kurangi aktivitasnya. Setelah di mandikan ayam di masukkan dalam kandang khusus dengan posisi di gantung, sehingga membuat ayam tidak nyaman karena kandang selalu bergoyang. Tempat untuk menggantung ayam di usahakan yang mana sinar matahari bisa masuk, ayam tidak suka pada tempat yang terang. Ini adalah solusi yang sifatnya sementara, untuk yang lebih permanen, wajib di mulai dari seleksi Genetik ayam yang memperlukan waktu lumayan lama. Mungkin 3 – 4 generasi kemudian baru mendapatkan Genetik Hybreed.