Friday, June 8, 2012

AYAM KRESING SUPER PETELUR SILANGAN UNGGUL IN TROBOS


01 December 2011
Ayam Kressing Super, Petelur Silangan Unggul
Produksi telur rata-rata di atas 60% dan mencapai 80–90% pada puncak produksi yang bertahan selama 8-10 minggu
Nama ayam kressing tidak seterkenal ayam arab, padahal merunut sejarahnya ayam kressing sebenarnya jauh lebih dulu eksis di wilayah Karangdowo yang merupakan perbatasan Kabupaten Klaten dan KabupatenSukoharjoJawa Tengah. Performa produksi ayam  bergenetik gado-gado ini pun tak kalah dengan ayam arab yang bergenetik murni.
Merunut eksistensi ayam kressing ini di dunia maya, TROBOS berkenalan dengan Betha Sutrisno, peternak dan pembibit ayam kressing super/neo-kressing/ayam kressing generasi kedua. Hingga akhir September lalu, TROBOSmenyambangi peternakannya di kampung Banaran – Karangdowo.
Menurut Betha, ayam kressing  murni berciri berbulu dominan putih, ekor lancur tinggi, kaki dan paruh berwarna kuning. Bobot dewasa ayam kressing betina 1 kg – 1,2 kg, sedangkan pejantan bisa mencapai 1,5 kg. Berat telur berkisar 30 – 35 gram berwarna putih tengguli (mirip telur ayam kampung).
Ayam kressing merupakan persilangan antara ayam petelur komersil strainhyline (warna bulu dan warna telur putih kapas) dengan pejantan ayam kampung. Keturunan persilangan ini dikawinkan dengan ayam kate sehingga dihasilkan ayam kressing generasi pertama. Sebagai catatan, layer(ayam petelur)komersil strainhyline diintroduksi di Indonesia pada dekade 70-an, namun tidak berkembang karena telur komersil berwarna putih tidak disukai konsumen.
Pada 2005-2007, kata Betha, popularitas ayam kressing turun karena terjadi penurunan performans akibat inbreeding (perkawinan sedarah) yang tak terkendali. “Saat itu ayam kressing mulai bertelur pada umur 6 – 7 bulan dan produksi telur rata-rata di bawah 50% dengan puncak produksi tidak sampai 60%,” terang  alumni Akademi Peternakan Brahmaputera-Jogjakarta ini.
Pada 2007 itulah, Betha merasa terpanggil untuk menyelamatkan ayam kressing dengan memurnikan ayam kressing hingga muncul kembali ciri ayam kressing murni. Setelah itu, ia memasukkan genetik ayam arab untuk diambil sifat efisiensi pakan dan menurunkan munculnya probabilitas sifat mengeram. “Jadilah ayam kressing super seperti sekarang ini,” katanya bangga.
Kressing Super
Ayam kressing super/neo kressing sedikit berbeda dengan ayam kressing generasi awal yang telah mengalami penurunan kualitas genetik. Ayam kressing super memiliki warna bulu 80% cenderung putih,danvariasi 20% warna coklat, hitam, blirik, merah. Sedangkan warna telur masih sama, putih hingga putih tengguli dengan bobot 30 – 35 gramperbutir (bandingkan dengan telur ayam ras yang berkisar 50 -62 gramperbutir).
Konsumsi pakan rata-rata 70 gram/ekor/hari. Ayam ini lumayan sensitif terhadap kejutan berupa suara atau gerakan. Kejutan  bisa menyebabkan ayam stres/gaduh dan jika berulang terjadi berisiko menurunkan produksi telur.
Ayam hasil pemurnian dan persilangan selama 3 tahun ini mulai bertelur pada umur 4,5 bulan atau pada minggu ke-18, dan bisa produktif hingga umur 2 tahun dihitung sejak DOC(Day Old Chick/ayam umur sehari). Sehingga ayam ini memiliki umur produktif selama 19,5 bulan. Peak productionatau puncak produksi telur dicapai pada minggu 25-35 dengan nilai HDA (Hen Day Average)80–90% dari total populasi.
Setelah itu produksi menurun, hingga mencapai angka stabil 60%. Produksi mulai menurun dari angka 60% pada umur 18 bulan, hingga tinggal 45% pada bulan ke-24. Menurut Betha, banyak orang menyangkal ayam kressing dapat berproduksi 80–90%. Sebab menurut pengalaman ayam ini hanya bisa berproduksi 40–50%. “Memang betul begitu, tapi itu ayam kressing generasi lama, pasti bukan kressing supernya Betha,” tegasnya berapi-api.
Selengkapnya baca majalah Trobos edisi Desember 2011

Friday, June 1, 2012

ANALISIS BISNIS AYAM KRESING SUPER


ANALISIS BISNIS AYAM KRESING SUPER

Biaya yang di perlukan untuk pembesaran dari DOC hingga Pullet siap telur, sekitar 4 bulan adalah Rp 3.500.000. Jika di tambah anggaran biaya kandang Rp 500.000. Ini sudah termasuk biaya DOC 200 ekor Rp 800.000, untuk mendapatan 100 betina ayamkresing super perlu DOC 200 ekor.

Biaya sebanyak itu tidak keluar sekaligus, tapi bertahap, jadi akan terasa ringan. Lain lagi bila pengadaan ayam dengan membeli Pullet. Anggaran memang sekaligus terasa besar, untuk 100 ekor pullet perlu biaya Rp 5.000.000 + kandang Rp500.000.

Tapi seandainya diperhitungkan, waktu lebih singkat, tentu balik modalpun juga lebih cepat, ini untuk Pullet. Jika dimulai dari DOC waktu yang di butuhkan untuk balik modal perlu waktu berlebih 6 – 8 bulan.
Silahkan …monggo mana yang mau di pilih….

Perhitungan biaya pakan, harga per kg Rp 3.500 Untuk 100 ekor ayam kresing produksi, per 1oo ekor per hari perlu pakan 6,5 – 7 kg. Jika dikalikan harga pakan per kg Rp 3.500 menjadi Rp 24.500/hari/100 ekor.
Biaya pakan /bulan/100 ekor : Rp24.500 x 30 hari : Rp 735.000 seandainya di tambah biaya lain-lain sekitar Rp 800.000/ bulan.

Produksi telur pada bulan 1 : 30%
Produksi telur pada bulan 2 : 50 – 60 % atau 55%
produksi telur pada bulan 3 : 70 – 80 % atau 75%
Produksi telur pada bulan 4 : 80%
Produksi telur pada bulan 5 : 80%
Telur pertama keluar pada bulan ke 4,5 bulan sampai nanti afkir pada bulan ke 24/ 2 tahun.
Coba kita hitung bulan per bulan….

BULAN 1 TELUR 30% :
Jumlah telur selama 1 bulan : 30 butir x 30 hari : 900 butir x harga telur Rp 1.000 : Rp 900.000
Biaya pakan/bulan : Rp 3.500 x 30 hari : Rp 735.000 + lain-lain Rp 800.000
Bulan 1 sudah untung Rp 100.000/ bulan/100 ekor

BULAN 2 TELUR 55% :
Jumlah telur selama 30 hari : 55 butir x 30 hari : 1650 butir x harga telur Rp 1.000 : Rp 1.650.000
Biaya pakan/bulan: Rp 3.500 x 30 hari : Rp 735.000 + lain lain Rp 800.000
Bulan 2 untung Rp 850.000/bulan/100 ekor

BULAN 3 TELUR 75% :
Jumlah telur 30 hari : 75 butir x 30 hari : 2250 butir x arga telur Rp 1.000 : Rp 2.250.000
Biaya pakan/ bulan : Rp 3.500 x 30 hari : Rp 735.000 + lain lain Rp 800.000
Bulan 3 untung Rp 1.450.000

BULAN 4 TELUR 80% :
Jumlah telur 30 hari : 80 butir x 30 hari : 2400 butir x harga telur Rp 1.000 : Rp 2.400.000
Biaya pakan/bulan : Rp 800000
Bulan 4 untung Rp 1.600.000

BULAN 5 TELUR 80% :
Jumlah telur 30 hari : 80 butir x 30 hari : 2400 butir x harga telur Rp 1.000 : Rp 2.400.000
Biaya pakan /bulan : Rp 800.000
Bulan 5 untung Rp 1.600.000

Merunut hitung-hitungan di atas, pemeliharaan ayam kresing super dari DOC akan balik modal pada hitungan bulan ke 4 sejak ayam bertelur pertama kali atau umur ayam 8,5 – 9 bulan

Jika pemeliharaan mulai dari Pullet, akan balik modal pada bulan ke 5 sejak ayam pertama kali bertelur atau umur ayam 5,5 bulan.

Tentu saja hitung-hitungan ini masih kasar, Cuma garis besarnya saja. Hanya berdasar fakta, kenyataan dalam peternakan. Jadi tidak terlalu mendetail dengan mengesampingkan hal hal tertentu.

Ini untuk hitungan 100 ekor ayam, seandainya 1.000 ekor……….Walah……..
Hehehe………..

GRUP FACEBOOK : AYAM KRESING SUPER
TWITTER : BETHA_SUTRISNO
BLOG : BUMITERNAK-BETHA.BLOGSPOT.COM
EMAIL : BETHA_SUTRISNO@YAHOO.CO.ID