Pembesaran
Waktu yang di perlukan dari tebar bibit hingga panen adalah 4 bulan. Padat tebar 1-1,5 kg/m2, jumlah bibit 1 kg adalah 100-120 ekor. Pemberian pakan mulai bakda Magrib dan jam 12 malam, dengan jenis pakan yang saya terangkan di atas. Kebutuhan pakan 1 kg bibit belut
hingga panen 3,5 – 5 kg, pakan harian sesuaikan saja dengan kebiasaan belut dan kesanggupan belut menghabiskan asupan pakan yang di berikan, jika di pagi hari pakan masih sisa, berarti pemberian pakan berlebihan, tinggal di kurangi. Untuk 1 kg bibit belut asumsi panen 5-7 kg.
Pembesaran belut media air 100 %
Media isi kolam 100 % air tawar, tanpa tambahan apapun, hanya dalam kolam di beri potongan pralon ukuran 3 dim yang di potong potong sesuaikan dengan panjang dan lebar kolam. Pralon ini di susun bertingkat selang seling dari dasar kolam hingga 5 cm di bawah permukaan air kolam, fungsinya sebagai tempat bersembunyi dan menghindari sinar matahari.
Manajemen pemeliharaan sama dengan pelihara media normal, 15 hari sekali air kolam di ganti 50% dengan air yang baru. Jenis pakan pada kolam air yang terbaik adalah pakan hidup missal ikan ikan kecil, cacing hidup. Jika memberi pakan rebusan daging ayam/tikus, atau irisan keong, taruh dalam wadah beri tali, baru masukkan ke kolam.
Kalau ingin mengangkat wadah pakan tenggelam ini tinggal menarik talinya, tapi yang perlu di pahami, pemberian pakan tidak bergerak/mati , porsi pemberian di buat kurang jangan berlebihan. Sehingga tidak ada pakan sisa di dasar kolam yang merupakan sumber cemaran air kolam dan sumber dari penyakit yang bisa menyerang kesehatan belut.
Padat tebar, lama pemeliharaan sama dengan pemeliharaan normal, yang harus benar benar di perhatikan adalah kualitas air kolam. Keunggulan pemeliharaan system ini, pada fisik belut terlihat cerah bersih, sehingga punya nilai jual lebih di banding hasil dari kolam normal.
Sebetulnya padat tebar bisa di buat hingga 5 kg/1m2, tapi jika baru tahap uji coba ,padat tebar 1,5kg/m2 sudah cukup baik, sambil mempelajari perilaku belut di media air 100% dan yang tidak boleh di lupakan persoalan dengan penyakit.
Penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit Bercak Merah, kemungkinan karena virus aeromonas yang dapat di atasi dengan Probiotik Top yang di kombinasikan dengan rebusan air daun sirih. Lebih pas lagi jika belut yang di pelihara adalah belut rawa
Monopterus sp, maka proses adaptasi lebih mudah lagi karena belut ini sudah terbiasa hidup di media air.
Ternak Sidat
Sidat bentuk tubuh hampir sama dengan belut, bedanya pada sidat cuping telinga tumbuh lebih besar seperti sirip depan pada ikan. Disamping belut hanya bisa hidup di air tawar sedang sidat bisa hidup di air laut dan air tawar. Sifat khusus pada sidat, selalu berpindah migrasi ke laut saat berpijah atau kawin dan berlahan lahan kembali ke pinggiran sungai di perairan tawar saat tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.Jadi, ketika dewasa lebih adaptif dengan air tawar, tapi waktu kecil sangat adaptif dengan air asin.
Selama ini ada ada 2 jenis sidat yang berkembang di perairan Indonesia, yaitu
Anguilla Bicolor dan Anguilla Mauritania.Anguilla Bicolor, biasa di sebut freshwater
eel, warna tubuhnya hitam kekuningan dan bagian punggung berwarna gelap/hitam coklat mirip belut sawah.
Anguilla Mauritania, sidat atau moa kembang, warnanya juga 2 macam. Pada tubuh bagian punggung gelap hitam hijau tua, dan bagian perut warnanya putih keruh agak pucat.
Metode pemeliharaan sama persis dengan pemeliharaan belut system media air 100%. Kedua jenis sidat dapat diternakan, dengan waktu 4-5 bulan, bobot per ekor bisa 0,7- 0,9 kg.
Kiat jitu ternak sidat :
1. Gunakan bibit hasil dari perangkap atau di jarring, jangan gunakan bibit asal setrum karena tidak bisa maksimal pertumbuhannya, padat tebar 20-30 ekor/m2 atau bobot tubuh 2-3 ons/ekor.
2. Dalam kolam beri rangkaian pralon seperti pada pemeliharaan belut, ikuti panjang dan lebar kolam, bisa di beri jarak tiap 1 meter beri rangkaian pralon.
3. Beri naungan sebagian kolam pembesaran, karena sidat suka dengan tempat yang gelap dan alergi dengan sinar matahari.
4. Biasakan sidat memakan pellet buatan pabrik, tapi tentu saja setelah di lakukan perlakuaan khusus. Pellet pabrik tumbuk menjadi tepung lalu tambahkan cacing/ tepung ikan/minyak ikan, lalu beri air panas aduk, cetak bentuk pellet lagi lalu oven hingga kering baru kasihkan ke sidat. Ini berlangsung hingga sidat mau makan pellet pabrik ,selama 7 hari hingga sidat senang memakan pellet.
5. Perggantian air kolam sebanyak 50% dari volume kolam setiap 1 bulan sekali/ 15 hari sekali.
6. Lakukan penyiponan kotoran dan sisa pakan dari dasar kolam 15 hari sekali.
7. Sortir besar kecil ikan sidat lalu pisahkan tiap 30 hari sekali
Semoga sukses………
Ternak Cacing Lumbricus Rubellus dan Pupuk Kascing
Saya buat intergratif seperti ini biar anda, ternak cacing untuk pakan sidat dan belut, sebagai pakan terbaik, cepat memacu pertumbuhan, sedang kascing nya bisa buat pupuk organic atau di jadiin media ternak belut.
Media usahakan 100% kotoran sapi atau 50% kotoran ayam : 50% kotoran sapi,jangan kotoran kambing sebab terlalu keras untuk di uraikan. Sebelumdi pakai media harus di matangkan atau di komposkan terlebih dahulu.
Pembuatan media : Hamparkan kotoran sapi atau ayam atau campuran ke duanya,aduk aduk merata, bio stater bisa pake em4 atau buat mol mikro organism local. Ambil besek bagian dalam beri daun bamboo
lalu beri nasi matang merata, letakkan dalam suhu ruangan selama 7 hari atau setelah bentuk nasi sudah mencair berarti mol sudah jadi + mol keong : ambil keong buang cangkang, lembutkan daging keong. 1 kg daging keong beri air 3-5 liter air segar + gula 0,25 kg, peram 7 hari .
Bahan yang mau di jadikan media siram merata, dengan kadar basah jika bahan ini dikepas tinggal menetes air sedikit ,jangan seperti bubur itu terlalu basah. Bahan yang telah di basahi masukan dalam plastic, drum atau di hamparkan di lantai semen lalu di tutup terpal selama 7 hari.
Bahan sudah jadi jika warna berubah kehitaman, sudah tidak mengeluarkan energy panas yang tak terasa pada tangan saat di masukan dalam media. Bahan jadi ini bongkar ,angin anginkan selama 3-5 hari baru bisa di pakai media ternak cacing.
Kotak TernakPanjang dan lebar sesuaikan dengan lahan yang di miliki, tidak harus pakai kotak kayu lapis plastic, sebab ternak cacing bisa langsung di hamparkan di lantai semen dengan pembatas tepi hanya menggunakan batu bata, yang penting ketinggian media 15 cm.
Jika pakai kotak kayu/bamboo yang di lapisi plastik, bisa di buat bertingkat/bertumpuk dengan jarak antar kotak ke atas adalah 10 cm, bisa bertumpuk hingga 8 tumpukan dan panjang lebar kotak sesuaikan dengan lahan yang di punyai sebab ini bukan ukuran kotaj yang mengikat harus seperti itu.
Perkembangan cacing dalam 35 hari seekor cacing dewasa bisa menghasilkan 5-15
Kokon, yang mana setiap kokon bisa menghasilkan 15 ekor cacing generasi baru.
Ciri cirri cacing dewasa , panjang lebih dari 5 cm, lambat gerakan, garis kuning bawah perut serta gelang gelang di tubuh berwarna merah menyala. Begitu cepatnya perkembangan cacing dalam 3 bulan populasi cacing bisa 3 X lipat, sehingga pembelian Indukan hanya sekali saja saat pertama kali melakukan ternak cacing , seterusnya kita sudah menghasilkan Indukan sendiri.
Bahan Pakan CacingMedia hidup sebenarnya secara tidak
langsung merupakan bahan pakan bagi cacing, tapi jika di rasa kurang bisa di beri pakan ampas tahu atau blenderan dari daun semacam sawi hijau atau putih atau semua daun yang bertekstur lembut bisa di berikan.
Kandang cacing usahakan tertutup,jangan terkena sinar matahari dan lingkungan kandang usahakan lembab dengan di siram air.
Cara pemberian pakan hamparkan pada permukaan media pada sore hari dan cek di pagi harinya masih apa tidak, jika masih berarti pemberian pakan kemarin sore kelebihan, terus seperti itu hingga ketemu takaran yang pas, sebab pemberian pakan selalu berubah sesuai dengan usia cacing.
Kascing
Vermicompos sebutan lain untuk kascing. Tanah yang di beri kascing akan gembur remah, sehingga akar tanaman leluasa mencari sumber hara.
Kandungan hara dalam kascing :
Nitrogen : 1,79%
Fosfat
: 0,85%
Kalium
: 1,79%
Karbon
: 27,13%
Kalsium Lengas : 30,52%
Rasio Karbon Nitrogen : 15,2%
Yang sangat di harapkan dari kascing adalah lender air liur dari cacing mengandung hormone pertumbuhan. Nah….tak kasih tahu lagi kan sumber dari hormone alami…? Berperan sebagai hormone pertubuhan dan sebagai antibiotika alami. Bila di larutkan dalam air, air liur ini akan menjadi pupuk cair. Perbandingan 1 lendir air liur : 10 air segar, peram 7 hari sudah jadi.
Grup facebook : ayam kresing super
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email :
betha_sutrisno@yahoo.co.idHP : 085229779252
malam jumat dan hari jumat tidak terima sms dan telpon