Sunday, October 13, 2013
Saturday, October 12, 2013
Friday, October 4, 2013
PELLET MURAH APUNG SISTEM FERMENTASI
PELLET MURAH APUNG SISTEM FERMENTASI
Harga pellet eceran tembus Rp 8000 -8500 /kg ? atau sudah naik lagi tembus Rp 10.000/kg ?Walah, bikin pusing petani ikan. Dengan asumsi harga jual , missal ikan lele di peternak hanya Rp 12.000 – 13.000 /kg , Peternak dapat apa ? Belum di kurangi biaya bibit, ya kalau ndak banyak yang mati, belum listrik, obat obatan dan tenaga kerja, margin yang di dapat sangat minim atau malah tekor…..
Kondisi ini sesungguhnya sangat memalukan terjadi di Bumi Indonesia, Negara maritime sekaligus agraris tapi minim konsep. Hingga krisis dalam semua bidang, otak kapitalis para pejabat yang dengan sukarela menjadikan dirinya jongos pengutip fee, tapi mengorbankan kepentingan bangsa , terutama pemilik negeri ini RAKYAT INDONESIA.
Wis ndak kedawan…rasah mikir calon penghuni neraka, penjual martabat bangsa, engko rak yo mati dewe…..seleksi alam…
Solusinya gimana ? yo buat pellet sendiri no mas….
PELLET APUNG
Mengapa pellet bisa mengapung ? karena pada padatan pellet ini di dlamnya terbentuk rongga rongga yang menjebak udara di dalamnya sehingga bisa ngapung.
Pada mesin ekstruder bahan pakan yang terbawa oleh screw/ulir yang bergerak pada putaran tertentu saling bergesekan dengan dinding baja badan mesin. Sehingga memadat pada tekanan tinggi , karena ujung cetakan pengeluaran yang berukuran kecil, ini menghasilkan sumber panas yang bisa mencapai di atas 100 derajat celcius, pada kndisi ini maka kadar air pada bahan pellet yang masih tersisa akan menguap saking panasnya effek gesekan ulir dan kecepatan putaran.
Pada mesin pabrik, pellet yang terbentuk langsung masuk ke rotary dryer yang berjalan otomatis, setelah lepas pada tahap pemanasan /pengeringan ke dua ini makan pellet langsung bisa di kemas.
Satu set ornament mesin semacam ini invesnya bisa milyaran rupiah, hanya pabrik yang mampu. Tapi itu apa sudah tidak bisa di modifikasi lagi ? Pasti bisa…..
Seperti mesin pellet ekstruder buatan mas Fajar Zahari dari semarang, dengan harga minimal 60 juta, ini terggantung kapasitas produksi 100 kg/jam atau 200kg/jam beda lagi harganya. Meski Nampak terlihat mahal , harga segitu sudah termasuk murah meriah di bandingkan yang produk luar negeri.
Dulu saya pernah Tanya pada suatu perusahaan yang membikin mesin seperti di atas, dengan kapasitas produksi 100 kg/jam harganya 140 juta…..
Jika ingin serius minat dengan mesin ekstruder ini bisa langsung add saja akun facebook seperti namanya Fajar Zahari. Saya sudah lihat mesinnya dan sudah lihat hasil pelletnya…mantap wes..
Berani bersaing dengan produk pabrikan.
Dalam kndisi kadar air 15-20% masih terasa panas dan pellet belum keras, di masukan air langsung terapung…dan tidak hancur di tunggui 1-2 jam tidak tenggelam itu pellet. Gimana lagi jika sudah kering ?
welah josss tenan……Monggo di order……
FERMENTASI
Proses perombakan serat kasar selullosa oleh bakteri asam laktat, menguraikan ikatan rangkap atau kompleks menjadi ikatan sederhana atau terbuka. Selama proses berlangsung BAL yang sedang bekerja tidak terlihat secara nyata oleh penglihatan mata, sebab jika di amati bahan yang sedang dip roses ,tidak terjadi perubahan apapun pada permukaan benda.
Tapi jika di amati lebih teliti , dengan sebuah alat, maka tekstur benda ini menjadi mudah rapuh, sebab ikatan serat kasarnya telah terurai atau terputuskan. Hingga dalam struktur benda padat bahan yang terfermentasi tercipta ruang kosong yang di tempati oleh udara.
Sistem kerja seperti yang di terangkan di atas tersebut sebenarnya yang perlu kita modifikasi, prinsip teknologinya seperti itu, sebagai sebuah target , seandainya bahan seperti ini di jadikan bentuk pellet maka kemungkinan untuk mengapung semakin besar, tentu masih perlu dengan perlakuaan lainnya lagi, tapi prinsipnya seperti itu, semoga mudah di pahami.
Pellet apung system fermentasi ini sudah di praktekan dan di buktikan oleh dinas Jepara , dan (saya terinspirasi karenanya )bisa mengapung 30-60 menit. Tentang nilai nutrisinya , yo tinggal di formulakan saja bahan pakan yang mau di pakai buat pellet, sesuaikan dengan kebutuhan nutrisi setiap jenis ikan dan usianya.
Proses pencetakan pellet bisa menggunakan mesin giling daging, ukuran pellet bisa di sesuaikan dengan kebutuhan, atau pake mesin pellet biasa yang bukan ekstruder dengan kapasitas produksi 200kg/jam.
Soal formula pakan kebutuhan nutrisi pakan antara ikan herbivore/pemakan tumbuhan dan omnivore pemakan segala ( mujaer, nila, gurami, patin,tawes ,bawal ) protein 20-25% energy metablisme 2600-2700 kcal/kg, berbeda dengan ikan carnivore pemakan daging missal lele perlu cp 30% em 2800-2900 kcal/kg atau belut sidat, kerapu perlu nutrisi yang lebih tinggi lagi protein 40-60% em 3000-4000 kcal/kg
harus di pahami dulu hal itu agar tidak terjadi salah formulasi.
Formula istimewa dengan nilai nutrisi super joss > 40% proteinya, memerlukan bahan pakan penyusun yang juga istimewa, buat yang hanya punya bahan pakan pas pasan, rasah ngimpi….
Contoh formulasi pakan ikan herbivore :
Ketela pohon 15 kg
Bekatul 36 kg
Bungkil kacang tanah 30 kg
Tepung ikan 10 kg
Minyak ikan 4 kg
tetes 1 kg
Premix / Top Mix 4 kg
Formula ini nilai nutrisi :
Protein 21,5%
Energi metabolism 2865 kcal/kg
Formula pakan gurami dari mas Edi Santosa Purbalingga :
20 kg ikan runcah giling
30 kg bekatul
20 kg ampas tahu
30 kg mie/bihun sortiran
25 kg tepung jagung
Formula ini di fermentasi sehari lalu di cetak pellet
Formula pakan ikan gurami mas Muhammad Azwar Banjarnegara :
100 kg ikan juwi
100 kg bekatul
20 kg ampas kedelei
25 kg mie basah
3 Ons ragi
500 mg vitamin C
Formulasi pakan ikan lele :
Jagung 26,5 kg
Bungkil kacang tanah 49 kg
Tepung ikan 16 kg
Minyak ikan 4,5 kg
Premix / Top mix 4 kg
Nilai nutrisi :
Protein 29,9 %
Energi metabolism 2810 kcal/kg
Untuk formulasi pakan ikan sidat, belut, kerapu di hitung sendiri ya formulanya, caranya gimana sudah tak jelaskan di blog ini juga judulnya “ Cara menghitung formula pakan “
di sinau tho….ojo malesan…..
Pertannyaanya , apakah bahan pakannya harus sama persis seperti di atas ? yo tidak lah, gunakan bahan pakan local yang banyak di daerah masing masing, wes ndang belajar kreatif….
PROSES PELLETING NORMAL
1. Semua bahan yang di gunakan harus di buat bentuk mash atau tepung
2. Aduk dengan mesin mixer terpisah, hingga homogeny, termasuk bahan perekat 5% dan m ikan
3. Masuk ke mixer yang satu rangkaian dengan mesin ekstruder, dan saat ini penambahan air 2% jika masih di perlukan.
4. Setelah di rasa pengadukan sudah rata maka tutup lubang mixer di buka, hingga campurn bahan pakan sedikit demi sedikit masuk dalam bagian screw
5. Bahan pakan dalam screw di padatkan dalam tekanan dan putaran tinggi mengalir ke ujung cetakan, saking panasnya effek putaran maka air dan minyak sebagian di ubah dalam bentuk uap.
6. Pellet yang sudah jadi tinggal di jemur atau di oven, jika saat pencampuran pakan minyak ikan belum di masukan maka pada saat pengeringan oven inilah minyak di semprotkan kabut pada pellet dan system ini memerlukan bahan pengawet agar m ikan tidak memancing pakan jadi tengik.
PROSES PELLETING SISTEM FERMENTASI
Pada formula pakan ikan herbivore
1. Semua bahan ketela pohon, bekatul, bungkil kacang tanah, t ikan, premix, tetes, semua dalah keadaan sudah tepung, campur aduk hingga rata, termasuk bahan perekat t terigu/sagu/kanji 5 kg.
2. Siram dengan air mendidih 1-2 liter, lalu aduk aduk lagi, setelah dingin, campurkan ragi, lalu aduk kembali, setelah itu hamparkan hasil adukan pada terpal atau drum plastic.
3. Jika pake terpal, lalu tutupi dengan terpal lagi bagan atasnya , pada tepi bawah beri susunan batu bata semua tepinya dan bagian tengah beri pemberat batu bata 5 buah sebar merata.
4. Lama fermentasi 1-2 hari
5. Setelah lewat masa fermentasi , angin anginkan 1 jam lalu langsung di cetak pellet.
6. Keringkan sinar matahari atau di oven, hasil terbagus di oven, pada saat inilah minyak ikan masuk, semprotkan kabut pada pellet yang masih basah. Jika system ini yang di lakukan maka perlu tambahan bahan pengawet BHT Butylated Hydrxy Toluen, BHA Butylated Hydroxy Anisol, Octy Galate, Tokoferol, Etoksykusin, Propyl Gallate, pilih salah satu, dosis 0,10% .
7. Proses pengemasan setelah kering KA 8-10%, kemasan berlapis plasti di dalamnya baru masuk ke sak bagor pakan, ini untuk meminimaliskan kemungkinan oksidasi.
Wes gek di jajal……
Grup facebook : ayam kresing super 2
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
HP 085229779252
Harga pellet eceran tembus Rp 8000 -8500 /kg ? atau sudah naik lagi tembus Rp 10.000/kg ?Walah, bikin pusing petani ikan. Dengan asumsi harga jual , missal ikan lele di peternak hanya Rp 12.000 – 13.000 /kg , Peternak dapat apa ? Belum di kurangi biaya bibit, ya kalau ndak banyak yang mati, belum listrik, obat obatan dan tenaga kerja, margin yang di dapat sangat minim atau malah tekor…..
Kondisi ini sesungguhnya sangat memalukan terjadi di Bumi Indonesia, Negara maritime sekaligus agraris tapi minim konsep. Hingga krisis dalam semua bidang, otak kapitalis para pejabat yang dengan sukarela menjadikan dirinya jongos pengutip fee, tapi mengorbankan kepentingan bangsa , terutama pemilik negeri ini RAKYAT INDONESIA.
Wis ndak kedawan…rasah mikir calon penghuni neraka, penjual martabat bangsa, engko rak yo mati dewe…..seleksi alam…
Solusinya gimana ? yo buat pellet sendiri no mas….
PELLET APUNG
Mengapa pellet bisa mengapung ? karena pada padatan pellet ini di dlamnya terbentuk rongga rongga yang menjebak udara di dalamnya sehingga bisa ngapung.
Pada mesin ekstruder bahan pakan yang terbawa oleh screw/ulir yang bergerak pada putaran tertentu saling bergesekan dengan dinding baja badan mesin. Sehingga memadat pada tekanan tinggi , karena ujung cetakan pengeluaran yang berukuran kecil, ini menghasilkan sumber panas yang bisa mencapai di atas 100 derajat celcius, pada kndisi ini maka kadar air pada bahan pellet yang masih tersisa akan menguap saking panasnya effek gesekan ulir dan kecepatan putaran.
Pada mesin pabrik, pellet yang terbentuk langsung masuk ke rotary dryer yang berjalan otomatis, setelah lepas pada tahap pemanasan /pengeringan ke dua ini makan pellet langsung bisa di kemas.
Satu set ornament mesin semacam ini invesnya bisa milyaran rupiah, hanya pabrik yang mampu. Tapi itu apa sudah tidak bisa di modifikasi lagi ? Pasti bisa…..
Seperti mesin pellet ekstruder buatan mas Fajar Zahari dari semarang, dengan harga minimal 60 juta, ini terggantung kapasitas produksi 100 kg/jam atau 200kg/jam beda lagi harganya. Meski Nampak terlihat mahal , harga segitu sudah termasuk murah meriah di bandingkan yang produk luar negeri.
Dulu saya pernah Tanya pada suatu perusahaan yang membikin mesin seperti di atas, dengan kapasitas produksi 100 kg/jam harganya 140 juta…..
Jika ingin serius minat dengan mesin ekstruder ini bisa langsung add saja akun facebook seperti namanya Fajar Zahari. Saya sudah lihat mesinnya dan sudah lihat hasil pelletnya…mantap wes..
Berani bersaing dengan produk pabrikan.
Dalam kndisi kadar air 15-20% masih terasa panas dan pellet belum keras, di masukan air langsung terapung…dan tidak hancur di tunggui 1-2 jam tidak tenggelam itu pellet. Gimana lagi jika sudah kering ?
welah josss tenan……Monggo di order……
FERMENTASI
Proses perombakan serat kasar selullosa oleh bakteri asam laktat, menguraikan ikatan rangkap atau kompleks menjadi ikatan sederhana atau terbuka. Selama proses berlangsung BAL yang sedang bekerja tidak terlihat secara nyata oleh penglihatan mata, sebab jika di amati bahan yang sedang dip roses ,tidak terjadi perubahan apapun pada permukaan benda.
Tapi jika di amati lebih teliti , dengan sebuah alat, maka tekstur benda ini menjadi mudah rapuh, sebab ikatan serat kasarnya telah terurai atau terputuskan. Hingga dalam struktur benda padat bahan yang terfermentasi tercipta ruang kosong yang di tempati oleh udara.
Sistem kerja seperti yang di terangkan di atas tersebut sebenarnya yang perlu kita modifikasi, prinsip teknologinya seperti itu, sebagai sebuah target , seandainya bahan seperti ini di jadikan bentuk pellet maka kemungkinan untuk mengapung semakin besar, tentu masih perlu dengan perlakuaan lainnya lagi, tapi prinsipnya seperti itu, semoga mudah di pahami.
Pellet apung system fermentasi ini sudah di praktekan dan di buktikan oleh dinas Jepara , dan (saya terinspirasi karenanya )bisa mengapung 30-60 menit. Tentang nilai nutrisinya , yo tinggal di formulakan saja bahan pakan yang mau di pakai buat pellet, sesuaikan dengan kebutuhan nutrisi setiap jenis ikan dan usianya.
Proses pencetakan pellet bisa menggunakan mesin giling daging, ukuran pellet bisa di sesuaikan dengan kebutuhan, atau pake mesin pellet biasa yang bukan ekstruder dengan kapasitas produksi 200kg/jam.
Soal formula pakan kebutuhan nutrisi pakan antara ikan herbivore/pemakan tumbuhan dan omnivore pemakan segala ( mujaer, nila, gurami, patin,tawes ,bawal ) protein 20-25% energy metablisme 2600-2700 kcal/kg, berbeda dengan ikan carnivore pemakan daging missal lele perlu cp 30% em 2800-2900 kcal/kg atau belut sidat, kerapu perlu nutrisi yang lebih tinggi lagi protein 40-60% em 3000-4000 kcal/kg
harus di pahami dulu hal itu agar tidak terjadi salah formulasi.
Formula istimewa dengan nilai nutrisi super joss > 40% proteinya, memerlukan bahan pakan penyusun yang juga istimewa, buat yang hanya punya bahan pakan pas pasan, rasah ngimpi….
Contoh formulasi pakan ikan herbivore :
Ketela pohon 15 kg
Bekatul 36 kg
Bungkil kacang tanah 30 kg
Tepung ikan 10 kg
Minyak ikan 4 kg
tetes 1 kg
Premix / Top Mix 4 kg
Formula ini nilai nutrisi :
Protein 21,5%
Energi metabolism 2865 kcal/kg
Formula pakan gurami dari mas Edi Santosa Purbalingga :
20 kg ikan runcah giling
30 kg bekatul
20 kg ampas tahu
30 kg mie/bihun sortiran
25 kg tepung jagung
Formula ini di fermentasi sehari lalu di cetak pellet
Formula pakan ikan gurami mas Muhammad Azwar Banjarnegara :
100 kg ikan juwi
100 kg bekatul
20 kg ampas kedelei
25 kg mie basah
3 Ons ragi
500 mg vitamin C
Formulasi pakan ikan lele :
Jagung 26,5 kg
Bungkil kacang tanah 49 kg
Tepung ikan 16 kg
Minyak ikan 4,5 kg
Premix / Top mix 4 kg
Nilai nutrisi :
Protein 29,9 %
Energi metabolism 2810 kcal/kg
Untuk formulasi pakan ikan sidat, belut, kerapu di hitung sendiri ya formulanya, caranya gimana sudah tak jelaskan di blog ini juga judulnya “ Cara menghitung formula pakan “
di sinau tho….ojo malesan…..
Pertannyaanya , apakah bahan pakannya harus sama persis seperti di atas ? yo tidak lah, gunakan bahan pakan local yang banyak di daerah masing masing, wes ndang belajar kreatif….
PROSES PELLETING NORMAL
1. Semua bahan yang di gunakan harus di buat bentuk mash atau tepung
2. Aduk dengan mesin mixer terpisah, hingga homogeny, termasuk bahan perekat 5% dan m ikan
3. Masuk ke mixer yang satu rangkaian dengan mesin ekstruder, dan saat ini penambahan air 2% jika masih di perlukan.
4. Setelah di rasa pengadukan sudah rata maka tutup lubang mixer di buka, hingga campurn bahan pakan sedikit demi sedikit masuk dalam bagian screw
5. Bahan pakan dalam screw di padatkan dalam tekanan dan putaran tinggi mengalir ke ujung cetakan, saking panasnya effek putaran maka air dan minyak sebagian di ubah dalam bentuk uap.
6. Pellet yang sudah jadi tinggal di jemur atau di oven, jika saat pencampuran pakan minyak ikan belum di masukan maka pada saat pengeringan oven inilah minyak di semprotkan kabut pada pellet dan system ini memerlukan bahan pengawet agar m ikan tidak memancing pakan jadi tengik.
PROSES PELLETING SISTEM FERMENTASI
Pada formula pakan ikan herbivore
1. Semua bahan ketela pohon, bekatul, bungkil kacang tanah, t ikan, premix, tetes, semua dalah keadaan sudah tepung, campur aduk hingga rata, termasuk bahan perekat t terigu/sagu/kanji 5 kg.
2. Siram dengan air mendidih 1-2 liter, lalu aduk aduk lagi, setelah dingin, campurkan ragi, lalu aduk kembali, setelah itu hamparkan hasil adukan pada terpal atau drum plastic.
3. Jika pake terpal, lalu tutupi dengan terpal lagi bagan atasnya , pada tepi bawah beri susunan batu bata semua tepinya dan bagian tengah beri pemberat batu bata 5 buah sebar merata.
4. Lama fermentasi 1-2 hari
5. Setelah lewat masa fermentasi , angin anginkan 1 jam lalu langsung di cetak pellet.
6. Keringkan sinar matahari atau di oven, hasil terbagus di oven, pada saat inilah minyak ikan masuk, semprotkan kabut pada pellet yang masih basah. Jika system ini yang di lakukan maka perlu tambahan bahan pengawet BHT Butylated Hydrxy Toluen, BHA Butylated Hydroxy Anisol, Octy Galate, Tokoferol, Etoksykusin, Propyl Gallate, pilih salah satu, dosis 0,10% .
7. Proses pengemasan setelah kering KA 8-10%, kemasan berlapis plasti di dalamnya baru masuk ke sak bagor pakan, ini untuk meminimaliskan kemungkinan oksidasi.
Wes gek di jajal……
Grup facebook : ayam kresing super 2
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
HP 085229779252
Tuesday, August 27, 2013
JOPER ARLINI MADE IN NAW KLATEN
JOPER ARLINI MADE IN NAW KLATEN
Ini masih pada tahap GPS 2
masih perlu ke tahap PS dulu
baru bisa di komersilkan
di tunggu saja ya...
teman teman dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi
sudah pada inden mau jadi Sub Agen
di tempat masing masing...
tunggu konfirmasi saya lagi
soalnya paling cepat setahun lagi
baru bisa di pasarkan
grup facebook : ayam kresing super 2
twitter : @betha_sutrisno
blog : bumiternak-betha.blogspot.com
email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
085229779252
Saturday, August 24, 2013
HAY SILASE DAN JERAMI FERMENTASI
HAY SILASE DAN JERAMI FERMENTASI
HAY
Hijauan makanan ternak yang sengaja di potong dan di keringkan agar dapat di berikan pada masa musim kemarau. Tujuan hay adalah : untuk persediaan makanan ternak di musim kering, memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan terbaik, mendayagunakan hijauan limbah dari tanaman kacang kacangan , sebagai pakan dalam perjalanan lintas Benua.
Prinsip pembuatan hay : menurunkan kadar air menjadi 15-20% dalam waktu singkat dengan panas matahari maupun buatan. Lama pengeringan tergantung sumber panas, kelembaban, fisik hijauan.
Hijauan kasar biasanya lebih lama di keringkan debandingkan yang halus. Tanaman yang telah di potong dari kebun kemudian di keringkan, maka dalam periode pengeringan ini masih terjadi respirasi yang merubah zat pati menjadi glukosa yang akhirnya peca mejadi H2O & CO2, hal inilah yang mengurangi kualitas dari hay.
Untuk menghindari kehilangan zat makanan terlalu banyak, pengeringan harus di lakukan secepat mungkin, penyinaran yang singkat dan jangan sampai kehujanan. Proses kehilangan selanjutnya pada tahap penyimpanan dan pengangkutan, sebab pengangkutan yang kurang hati hati dapat merusak fisik hijauan. Saat penyinaran yang buruk zat makanan yang hilang atau rusak mencapai 50-60%, tapi dalam cuaca yang baik hanya kehilangan 25% saja.
Proses pengeringan
Pengeringan dengan panas buatan :
Biasanya dilakukan di Negara 4 musim atau sub tropis, sebab lamanya penyinaran matahari lebih pendek di bandingkan Negara tropis, dengan suhu pengeringan mencapai 600-800 Celcius. Kelebihannya adalah lebih cepat dan praktis. Kekurangannya adalah perlu biaya dan kehilangan Vit D.
Pengeringan panas matahari :
di jemur di bawa sinar matahari, usahakan daun jangan sampai keriting dan tempat penjemuran di beri alas jangan langsung menyentuh tanah. Tempat menjemur terbaik denan para para.
SILASE
Hijauan pakan ternak di potong potong dalam keadaan segar untuk kemudian di simpan dengan kadar air 60-70% di dalam wadah drum silo dengan kondisi an aerob bebas O2.
Tujuan pembuatan silase :
1. Untuk membatasi kekurangan pakan pada waktu musim kering
2. Menampung kelebihan produksi rumput hijauan atau limbah daun kacang kacangan
Proses yang terjadi pada pembuatan silase :
1. Menjaga jangan sampai udara luar masuk dalam wadah drum silo, jika masuk akan terjadi proses pembusukkan. Pada proses ini terjadi perombakan nilai nutrisi hingga ada kemungkinan turun.
2. Untuk sementara rumput dalam silo drum masih bernapas dengan udara di sekelilingnya dan menghasilkan CO2 + H2O + energy panas
3. Setelah udara dalam drum silo habis, sel sel rumput akan berhenti bernapas dan daun akan mati sehingga terjadilah proses ENSILASE.
4. Adanya pengaruh bakteri, bakteri laktis acid, streptococcus lantis dan membentuk asam laktat /susu
dalam pembuatan silase yang perlu di perhatikan adalah membantu bakteri penolong dengan jalan menambah subtract ( umbi umbian, gamblong, katul ) dan yang perlu di cegah adalah bakteri pembusuk yang terdiri dari bakteri clostridium sacharo butirat dan clostridium tyrobutirat, yang menghasilkan asam mentega.
Bakteri asam susu asam laktat dapat tumbuh baik bila dalam kondisi an aerob sehingga prosesnya di sebut peragian atau fermentasi, oleh karenanya agar bakteri penolong dapat bekerja optimal maka O2 harus di keluarkan secara maksimal. Proses pembentukan asam susu berjalan sampai ph 4 asam sehingga perkembangan bakteri clostridium akan terhambat, keadaan ini biasanya tercapai setelah 3-4 minggu.
Prinsipnya :
1. Mempercepat habisnya O2
2. Mempercepat kondisi asam
SILO SILASE / TEMPAT TERJADINYA PROSES SILASE
Bahan silo bisa menggunakan drum plastic, plastic meteran tebal atau terpal berlapis plastic yang di tanam dalam lobang tanah. Intinya udara tidak boleh masuk dan air hujan tidak boleh merembes hingga membasahi isi silo yang mengakibatkan proses pembusukan.
Bahan silase :
limbah daun kacang kacangan, daun leguminosa, rumput, daun tebu atau semua hijau daun bisa dip roses system silase.
Bahan pengawet :
molasses /tetes ; 2,5 liter/ 100 kg bahan
Dedak : 5 kg/100 kg bahan
Tepung jagung : 3,5 kg/ 100 kg bahan
Onggok : 2,5 kg/ 100 kg bahan
Ampas sagu : 7 kg/ 100 kg bahan
PEMBUATAN SILASE
1. Bahan hijau daun di potong ptong sepanjang 5 cm, secara bertahap masukan dalam silo, setelah sebelumnya sedikit di basahi air, lalu masukan bahan pengawet, masukan lagi bahan silase , injak injak hingga memadat, lalu masukan lagi bahan pengawet , beri bahan silase lagi , injak injak hingga padat, begitu seterusnya hingga bahan silase dan bahan pengawet habis ,lalu tutup rapat agar udara dan sinar matahari tidak bisa menembus dalam silo
Jika memake Jerami Fermentasi , EM 4, ( PT )Probitik Top atau ( PSP )Probiotik Semi Plus, dosis pakai 100 kg bahan silase adalah 250-500 ml yang di campurkan pada bahan hijau daun /di basahi sebelum di masukan silo, jika ada kelebihan masukan dalam silo
PENGAMBILAN SILASE
Setelah seminggu atau dua minggu atau 4 minggu silase sudah dapat di ambil, jika ingin di simpan lama dalam hitungan tahun, minimal peram silase 1,5 bulan.
Silase di ambil secukupnya saja, missal untuk stock selama 7 hari, lalu di angin anginkan, setelah itu baru bisa di berikan ke ternak.
Setelah silase di ambil , jangan lupakan proses penutupan silo, yang rapat agar dalam silo bebas O2.
Ciri cirri silase yang baik :
1. Rasa dan bau asam tape caramel
2. Warna hijau dengan sedikit gradasi coklat
3. Tekstur tetap seperti hijau daun
4. Tidak berjamur, tidak berlendir dan tidak menggumpal
JERAMI FERMENTASI ATAU AMONIASI JERAMI
BAHAN
Jerami 100 kg
Urea 2 kg
Star bio atau EM4 atau PSP( probiotik semi plus ) 250-500 ml
Urea yang di larutkan dalam air akan menghasilkan NH3/amoniak, berkat adanya enzim Urease dari mikroorganisme yang ada di alam akan mensintesa urea.
Urea di sini setelah menghasilkan NH3 amonia berfungsi :
1. Menghidrolisa ikatan lignin dengan selulosa
2. Menghidrolisa ikatan lignin dengan hemiselulossa
3. Melarutkan sebagian Si ( silica )
4. Mengembangkan serat kasar/selulosa sehingga memudahkan penetrasi enzim selulosa pada saat jerami saat berada dalam rumen
5. Dengan adanya ikatan N dari ammonia akan meningkatkan CP dari jerami padi dan juga meningkatkan TDN daya cerna 30 % dari serat kasar selulosa dalam jerami.
Pembuatan :
1. Jerami di potong potong 5 cm
2. Buat larutan urea dan biang stater di atas + air 5-10 liter, campur jadi satu semua itu
3. Jerami bertahap di masukan dalam wadah sambil di basahi di ciprati air, setahap demi setahap hingga bahan dan larutan habis, lalu ikat atau tutup rapat.
Hasil penelitian, Uji kualitas terbaik ammonia adalah pemakaian urea 6%, masa peram 2 minggu dan kadar air amoniasi jerami adalah 40%. Ini hasil penelitian Prof Drh Mohammad soejono MSc MS dari Kepala Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM.
Grup facebook : AKS 2 ( ayam kresing super 2 )
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
085229779252
HAY
Hijauan makanan ternak yang sengaja di potong dan di keringkan agar dapat di berikan pada masa musim kemarau. Tujuan hay adalah : untuk persediaan makanan ternak di musim kering, memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan terbaik, mendayagunakan hijauan limbah dari tanaman kacang kacangan , sebagai pakan dalam perjalanan lintas Benua.
Prinsip pembuatan hay : menurunkan kadar air menjadi 15-20% dalam waktu singkat dengan panas matahari maupun buatan. Lama pengeringan tergantung sumber panas, kelembaban, fisik hijauan.
Hijauan kasar biasanya lebih lama di keringkan debandingkan yang halus. Tanaman yang telah di potong dari kebun kemudian di keringkan, maka dalam periode pengeringan ini masih terjadi respirasi yang merubah zat pati menjadi glukosa yang akhirnya peca mejadi H2O & CO2, hal inilah yang mengurangi kualitas dari hay.
Untuk menghindari kehilangan zat makanan terlalu banyak, pengeringan harus di lakukan secepat mungkin, penyinaran yang singkat dan jangan sampai kehujanan. Proses kehilangan selanjutnya pada tahap penyimpanan dan pengangkutan, sebab pengangkutan yang kurang hati hati dapat merusak fisik hijauan. Saat penyinaran yang buruk zat makanan yang hilang atau rusak mencapai 50-60%, tapi dalam cuaca yang baik hanya kehilangan 25% saja.
Proses pengeringan
Pengeringan dengan panas buatan :
Biasanya dilakukan di Negara 4 musim atau sub tropis, sebab lamanya penyinaran matahari lebih pendek di bandingkan Negara tropis, dengan suhu pengeringan mencapai 600-800 Celcius. Kelebihannya adalah lebih cepat dan praktis. Kekurangannya adalah perlu biaya dan kehilangan Vit D.
Pengeringan panas matahari :
di jemur di bawa sinar matahari, usahakan daun jangan sampai keriting dan tempat penjemuran di beri alas jangan langsung menyentuh tanah. Tempat menjemur terbaik denan para para.
SILASE
Hijauan pakan ternak di potong potong dalam keadaan segar untuk kemudian di simpan dengan kadar air 60-70% di dalam wadah drum silo dengan kondisi an aerob bebas O2.
Tujuan pembuatan silase :
1. Untuk membatasi kekurangan pakan pada waktu musim kering
2. Menampung kelebihan produksi rumput hijauan atau limbah daun kacang kacangan
Proses yang terjadi pada pembuatan silase :
1. Menjaga jangan sampai udara luar masuk dalam wadah drum silo, jika masuk akan terjadi proses pembusukkan. Pada proses ini terjadi perombakan nilai nutrisi hingga ada kemungkinan turun.
2. Untuk sementara rumput dalam silo drum masih bernapas dengan udara di sekelilingnya dan menghasilkan CO2 + H2O + energy panas
3. Setelah udara dalam drum silo habis, sel sel rumput akan berhenti bernapas dan daun akan mati sehingga terjadilah proses ENSILASE.
4. Adanya pengaruh bakteri, bakteri laktis acid, streptococcus lantis dan membentuk asam laktat /susu
dalam pembuatan silase yang perlu di perhatikan adalah membantu bakteri penolong dengan jalan menambah subtract ( umbi umbian, gamblong, katul ) dan yang perlu di cegah adalah bakteri pembusuk yang terdiri dari bakteri clostridium sacharo butirat dan clostridium tyrobutirat, yang menghasilkan asam mentega.
Bakteri asam susu asam laktat dapat tumbuh baik bila dalam kondisi an aerob sehingga prosesnya di sebut peragian atau fermentasi, oleh karenanya agar bakteri penolong dapat bekerja optimal maka O2 harus di keluarkan secara maksimal. Proses pembentukan asam susu berjalan sampai ph 4 asam sehingga perkembangan bakteri clostridium akan terhambat, keadaan ini biasanya tercapai setelah 3-4 minggu.
Prinsipnya :
1. Mempercepat habisnya O2
2. Mempercepat kondisi asam
SILO SILASE / TEMPAT TERJADINYA PROSES SILASE
Bahan silo bisa menggunakan drum plastic, plastic meteran tebal atau terpal berlapis plastic yang di tanam dalam lobang tanah. Intinya udara tidak boleh masuk dan air hujan tidak boleh merembes hingga membasahi isi silo yang mengakibatkan proses pembusukan.
Bahan silase :
limbah daun kacang kacangan, daun leguminosa, rumput, daun tebu atau semua hijau daun bisa dip roses system silase.
Bahan pengawet :
molasses /tetes ; 2,5 liter/ 100 kg bahan
Dedak : 5 kg/100 kg bahan
Tepung jagung : 3,5 kg/ 100 kg bahan
Onggok : 2,5 kg/ 100 kg bahan
Ampas sagu : 7 kg/ 100 kg bahan
PEMBUATAN SILASE
1. Bahan hijau daun di potong ptong sepanjang 5 cm, secara bertahap masukan dalam silo, setelah sebelumnya sedikit di basahi air, lalu masukan bahan pengawet, masukan lagi bahan silase , injak injak hingga memadat, lalu masukan lagi bahan pengawet , beri bahan silase lagi , injak injak hingga padat, begitu seterusnya hingga bahan silase dan bahan pengawet habis ,lalu tutup rapat agar udara dan sinar matahari tidak bisa menembus dalam silo
Jika memake Jerami Fermentasi , EM 4, ( PT )Probitik Top atau ( PSP )Probiotik Semi Plus, dosis pakai 100 kg bahan silase adalah 250-500 ml yang di campurkan pada bahan hijau daun /di basahi sebelum di masukan silo, jika ada kelebihan masukan dalam silo
PENGAMBILAN SILASE
Setelah seminggu atau dua minggu atau 4 minggu silase sudah dapat di ambil, jika ingin di simpan lama dalam hitungan tahun, minimal peram silase 1,5 bulan.
Silase di ambil secukupnya saja, missal untuk stock selama 7 hari, lalu di angin anginkan, setelah itu baru bisa di berikan ke ternak.
Setelah silase di ambil , jangan lupakan proses penutupan silo, yang rapat agar dalam silo bebas O2.
Ciri cirri silase yang baik :
1. Rasa dan bau asam tape caramel
2. Warna hijau dengan sedikit gradasi coklat
3. Tekstur tetap seperti hijau daun
4. Tidak berjamur, tidak berlendir dan tidak menggumpal
JERAMI FERMENTASI ATAU AMONIASI JERAMI
BAHAN
Jerami 100 kg
Urea 2 kg
Star bio atau EM4 atau PSP( probiotik semi plus ) 250-500 ml
Urea yang di larutkan dalam air akan menghasilkan NH3/amoniak, berkat adanya enzim Urease dari mikroorganisme yang ada di alam akan mensintesa urea.
Urea di sini setelah menghasilkan NH3 amonia berfungsi :
1. Menghidrolisa ikatan lignin dengan selulosa
2. Menghidrolisa ikatan lignin dengan hemiselulossa
3. Melarutkan sebagian Si ( silica )
4. Mengembangkan serat kasar/selulosa sehingga memudahkan penetrasi enzim selulosa pada saat jerami saat berada dalam rumen
5. Dengan adanya ikatan N dari ammonia akan meningkatkan CP dari jerami padi dan juga meningkatkan TDN daya cerna 30 % dari serat kasar selulosa dalam jerami.
Pembuatan :
1. Jerami di potong potong 5 cm
2. Buat larutan urea dan biang stater di atas + air 5-10 liter, campur jadi satu semua itu
3. Jerami bertahap di masukan dalam wadah sambil di basahi di ciprati air, setahap demi setahap hingga bahan dan larutan habis, lalu ikat atau tutup rapat.
Hasil penelitian, Uji kualitas terbaik ammonia adalah pemakaian urea 6%, masa peram 2 minggu dan kadar air amoniasi jerami adalah 40%. Ini hasil penelitian Prof Drh Mohammad soejono MSc MS dari Kepala Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM.
Grup facebook : AKS 2 ( ayam kresing super 2 )
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
085229779252
Tuesday, August 20, 2013
BAKTERI PADA RUMEN
RUMEN
Isi rumen pada hakekatnya adalah bahan bahan makanan yang terdapat dalam rumen sapi. Kategori limbah ini terjadi ketika ternak tersebut siap di potong di RPH Rumah Pemotngan Hewan. Isi rumen merupakan digesta yang telah sempat terfermentasikan tapi belum sempurna dan belum sempat di manfaatkan oleh ternak induk semang.
Rumen dapat di manfaatkan sebagai sumber pakan ternak dan sumber mikrobia karena mengandung karbohidrat, serat kasar, dan protein kasar. Adanya protein menunjukan adanya mikrobia dalam rumen dan berpotensi untuk memperbaiki kualitas pakan.
Cairan rumen merupakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan mikrobia, di duga 10% bobot cairan rumen terdiri atas protoplasma mikrobia. Mikroba rumen kehidupannya di pengaruhi oleh keadaan sekitarnya. Suhu rumen berkisar antara 39-40 C dengan PH 5,5 – 7 memberikan kehidupan optimal bagi mikroba dalam rumen.
Dalam isi rumen terdapat 10 kelompok bakteri yaitu
bakteri selulolitik,
bakteri pencerna hemiselulosa,
bakteri amilolitik,
bakteri pencerna gula,
bakteri pemakai asam,
bakteri proteolitik,
bakteri penghasil ammonia,
bakteri penghasil metan,
bakteri lipolitik,
bakteri pensintesisi vitamin.
Isi rumen sapi mengandung :
Protein kasar ; 8,42 %
Isi sel : 29,4 %
Hemiselulosa : 33,5 %
Selulosa : 22,45 %
Lignin : 5,43 %
Silikat : 9, 42 %
Mikroba dalam rumen berpotensi untuk mencerna bahan berkadar selulosa tinggi seperti jerami dan pucuk daun tebu di banding isi rumen kambing, karena total mikrobia selulolitik sapi lebih tinggi di banding total mikrobia selulolitik kambing ( 2,2 x 10 pangkat 4 VS 4,2 x 10 pangkat 3 sel/gram )
Nutrisi rumen :
protein : 8,42 %
lemak : 2,6 %
serat kasar : 28,78 %
Ca : 0,53 %
P : 0,55 %
BETN : 44,24 %
abu : 18,54 %
air : 10,92 %
Berdasar kandungan nutrisi di atas ,maka isi rumen sapi yang belum menjadi feces/kotoran dlam jumlah atau perbandingan tertentu dapat di jadikan bahan campuran pakan ternak. Dan hal ini telah mendapatkan perhatiaan dari banyak pakar.
Komposisi 10 % rumen dalam formula pakan, berpengaruh baik terhadap pertumbuhan, berat badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ternak. Pada ternak sapi di ketahui, efisiensi penggunaan pakan lebih baik jika mendapat ransum pakan isi rumen 2 bagian : jagung 3 bagian ,di bandingkan rumen 1 bagian dan jagung 4 bagian.
Rumen untuk campuran pakan pedet PFH yang di tambah tanpa dedak ,pengaruhnya hampir sama dengan ransum control yang terdiri dari hijauan plus dedak dan biji bijian.
pemberian isi rumen sebagai alternative bahan pakan tidak boleh secara langsung, melainkan harus melalui proses pengeringan pada suhu 80 C selama 24 jam, lalu di giling baru di campurkan pada jatah pakan ternak sapi kita.
Anda tahu stater Star Bio, itu asal muasalnya juga dari rumen sapi. Tapi saya tidak akan membahasnya bagaimana membuatnya, karena starbio telah di patenkan.
Risalah ini saya sarikan dari skripsi istri saya Akcahyanti Eko Arlini yang berjudul ‘ PENGARUH PENAMBAHAN ISI RUMEN DAN METHIONIN PADA RANSUM KOMERSIAL TERHADAP GAIN DAN EFISIENSI PAKAN BROILER ‘
grup facebook : ayam kresing super 2
blog : bumiternak-betha.blogspot.com
twitter : @betha_sutrisno
email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
hp : 085229779252
Isi rumen pada hakekatnya adalah bahan bahan makanan yang terdapat dalam rumen sapi. Kategori limbah ini terjadi ketika ternak tersebut siap di potong di RPH Rumah Pemotngan Hewan. Isi rumen merupakan digesta yang telah sempat terfermentasikan tapi belum sempurna dan belum sempat di manfaatkan oleh ternak induk semang.
Rumen dapat di manfaatkan sebagai sumber pakan ternak dan sumber mikrobia karena mengandung karbohidrat, serat kasar, dan protein kasar. Adanya protein menunjukan adanya mikrobia dalam rumen dan berpotensi untuk memperbaiki kualitas pakan.
Cairan rumen merupakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan mikrobia, di duga 10% bobot cairan rumen terdiri atas protoplasma mikrobia. Mikroba rumen kehidupannya di pengaruhi oleh keadaan sekitarnya. Suhu rumen berkisar antara 39-40 C dengan PH 5,5 – 7 memberikan kehidupan optimal bagi mikroba dalam rumen.
Dalam isi rumen terdapat 10 kelompok bakteri yaitu
bakteri selulolitik,
bakteri pencerna hemiselulosa,
bakteri amilolitik,
bakteri pencerna gula,
bakteri pemakai asam,
bakteri proteolitik,
bakteri penghasil ammonia,
bakteri penghasil metan,
bakteri lipolitik,
bakteri pensintesisi vitamin.
Isi rumen sapi mengandung :
Protein kasar ; 8,42 %
Isi sel : 29,4 %
Hemiselulosa : 33,5 %
Selulosa : 22,45 %
Lignin : 5,43 %
Silikat : 9, 42 %
Mikroba dalam rumen berpotensi untuk mencerna bahan berkadar selulosa tinggi seperti jerami dan pucuk daun tebu di banding isi rumen kambing, karena total mikrobia selulolitik sapi lebih tinggi di banding total mikrobia selulolitik kambing ( 2,2 x 10 pangkat 4 VS 4,2 x 10 pangkat 3 sel/gram )
Nutrisi rumen :
protein : 8,42 %
lemak : 2,6 %
serat kasar : 28,78 %
Ca : 0,53 %
P : 0,55 %
BETN : 44,24 %
abu : 18,54 %
air : 10,92 %
Berdasar kandungan nutrisi di atas ,maka isi rumen sapi yang belum menjadi feces/kotoran dlam jumlah atau perbandingan tertentu dapat di jadikan bahan campuran pakan ternak. Dan hal ini telah mendapatkan perhatiaan dari banyak pakar.
Komposisi 10 % rumen dalam formula pakan, berpengaruh baik terhadap pertumbuhan, berat badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ternak. Pada ternak sapi di ketahui, efisiensi penggunaan pakan lebih baik jika mendapat ransum pakan isi rumen 2 bagian : jagung 3 bagian ,di bandingkan rumen 1 bagian dan jagung 4 bagian.
Rumen untuk campuran pakan pedet PFH yang di tambah tanpa dedak ,pengaruhnya hampir sama dengan ransum control yang terdiri dari hijauan plus dedak dan biji bijian.
pemberian isi rumen sebagai alternative bahan pakan tidak boleh secara langsung, melainkan harus melalui proses pengeringan pada suhu 80 C selama 24 jam, lalu di giling baru di campurkan pada jatah pakan ternak sapi kita.
Anda tahu stater Star Bio, itu asal muasalnya juga dari rumen sapi. Tapi saya tidak akan membahasnya bagaimana membuatnya, karena starbio telah di patenkan.
Risalah ini saya sarikan dari skripsi istri saya Akcahyanti Eko Arlini yang berjudul ‘ PENGARUH PENAMBAHAN ISI RUMEN DAN METHIONIN PADA RANSUM KOMERSIAL TERHADAP GAIN DAN EFISIENSI PAKAN BROILER ‘
grup facebook : ayam kresing super 2
blog : bumiternak-betha.blogspot.com
twitter : @betha_sutrisno
email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
hp : 085229779252
Sunday, August 18, 2013
KANDANG BEBEK PETELUR TANPA BAU
Total populasi bebek lokal klaten ini sekitar 1000 ekor
Dengan produktivitas 70-80 %
ransum pakan kebi 3 bagian : sentrat itik Comfeed 1 bagian
itu saja tanpa tambahan hijau daun dan mineral
FI 12 kg/100 ekor/hari
harga telur Rp 1750/butir
podo mesem ngguyu
Dan boleh tidak percaya
kandang bebek ini tanpa bau
di luar kandang dan di dalam kandang
Pingin kandang bebek
tidak bau ?
Pake Probiotik Top
hanya 10rb/liter
hohoho.....
promosi yo sedulur.....
konstruksi kandang ini sederhana saja
pralon/ember harus di luar pagar bambu pembatas
untuk tempat air minum yang selalu harus ada
jadi bebek kalau minum lewat belahan pagar bambu
hanya kepalanya saja
sehingga tidak main air saja itu bebek
tempat pakan di dalam kandang intensif ini
meski kotoran bebek tak pernah di bersihkan
hingga numpuk ketinggian 50 cm
tetep tidak bau, karena kering
grup facebook : ayam kresing super 2
twitter : @betha_sutrisno
blog : bumiternak-betha.blogspot.com
email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
085229779252
Subscribe to:
Posts (Atom)
