Tuesday, March 5, 2013

MIKROBA VISI PERTANIAN PETERNAKAN MASA DEPAN



                                 MIKROBA VISI PERTANIAN DAN PETERNAKAN MASA DEPAN

Pertanian Peternakan alternative berbasis energy matahari dan biologis yang dapat memanfaatkan serta mempertahankan kualitas sumber daya alam, sehingga dapat menekan kehilangan hara , biomassa dan energy terbarukan serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan merupakan pilihan terbaik untuk pertanian dan peternakan masa depan.

Pertanian alternative pupuk kimia dan pestisida di kurangi penggunaannya atau malah di hilangkan total. Pakan system fermentasi berbasis yeast dan prebiotik maupun probiotik harus terus di galakkan dengan sentuhan sedikit kreasi yang bisa menghasilkan probiotik dengan berbagai tipe. Daur ulang limbah pertanian dan peternakan , penggunaan pupuk organikdan hayati serta pemakaian musuh alami jasad penggangu tanaman di kembangkan untuk meningkatkan produktivitas.

Pertanian dan pertenakan semacam itu tidak bisa di pisahkan dari peran jasad renik, terutama mikroba, yeast, kapang, bakteri mikro organism, antinomicetes, bacillus, streptomyces sebagai sumber dari enzim hormone , asam amino, dan antibiotika alami.

Mikroba sebagai pemacu pertumbuhan sudah lama di kenal, seperti asosiasi bakteri Rhizobium, Brandyrhizobium, mikoriza tanaman kacang kacangan polong polongan yang dapat membentuk bintil akar menambat Nitrogen langsung dari udara bebas untuk mempertahankan kesuburan tanah serta meningkatkan hasil pertanian dan peternakan.

Tanpa peranan mikroba proses amoniasi, nitrifikasi, reduksi nitrat, denitrifikasi atau pemecahan serat kasar untuk mengoptimalkan penyerapan pakan limbah tidak akan maksimal. Hanya saja tidak setiap aktifitas mikroba ada secara alami di setiap usaha pertanian. Jadi untuk mendapatkan hasil kerja mikroba yang sesuai harapan memerlukan campur tangan manusia. Baik berupa pembalikan tanah, untuk memberikan aerasi udara bagi tanah bawah atau memasukan mikroba dalam pertanian.

Untuk bidang peternakan sudah pernah tak bahas tetang fermentasi dan probiotik , jadi ndak saya ulang lagi pembahasannya. Kali ini yang saya tekankan soal sumber dan variatif Mikro Organisme Lokal, karena MOL mengandung unsure hara makro dan mikro serta mikro organism yang berperan sebagai perangsang tumbuh, decomposer dan pestisida nabati.










Variatif MOL :

MOL Tapai :
Bahan :
1. 1 ons tapai
2. 5 sdm gula
3. 1 liter air segar

Cara membuat :
Tapai dan air masukkan dalam botol aqua 1,5 liter, kocok kocok hingga homogeny, taruh dalam suhu kamar, botol aqua jangan di tutup biarkan tetap terbuka selama 4-5 hari hingga tercium bau wangi alcohol tapai.

Fungsi dan Dosis :
Biasa di gunakan sebagai decomposer sekaligus pupuk hayati
1 liter MOL campur dengan air segar 5 liter, semprot ke tanaman atau bahan yang akan di fermentasi.

MOL Nasi :
Bahan :
1. Nasi 10 kepal
2. Gula 10 sdm
3. Air segar 5 liter

Cara membuat :
Masukkan semua bahan dlam jerigen kocok kocok, biarkan 5 hari hingga tercium bau wangi

Dosis :
Sebagai decomposer pengurai bahan organic juga sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, tial 1 liter MOL campur dengan air 5 liter semprot ke tanaman

MOL Buah :
Bahan :
1. Buah nanas, pisang, papaya, mangga, melon semangka, pilih salah satu sebanyak 5 kg
2. Gula merah/pasir 1 kg
3. Air beras atau leri 10 liter

Cara buat :
Haluskan buah bisa di blender, lalu lembutkan gula jawa jadikan satu bersama air leri lalu fermentasi 14-21 hari tertutup rapat kedap udara



Dosis :
Mol ini bersifat Inhibitor menghambat pertumbuhan vegetative/seperti anakan pada padi. Larutkan 4 liter mol dalam 17 liter air segar, tapi sebelunya telah di saring.

MOL Ikan asin/ikan segar :
Bahan :
1. Ikan asin/segar 2 Ons
2. Terasi 2 Ons
3. Dedak 1 kg
4. Air kelapa 2 liter
5. Gula 2 Ons
6. Kotoran hewan 1 kg
7. Air segar 20 liter

Cara membuat :
Ikan asin/segar terasi dedak rebus dalam 2 liter air kelapa aduk aduk hingga hancur. Setelah dingin taruh ember masukan gula 2 ons 1 kg kotoran hewan dan 20 liter air aduk hingga homogeny, fermentasi 14 hari setiap 3 hari aduk aduk sambil buang gas.

Dosis :
MOL berfungsi debagai decomposer dan pupuk hayati, sebelum pakai saring terlebih dahulu, tiap 1 liter MOL larutkan dalam 10 liter air segar, semprot ke tanaman

MOL batang pisang
Bahan :

1. Batang pisang 5 kg
2. Gula 1 kg
3. Air Leri 10 liter

Cara membuat :
Iris iris lembut/kecil batang pisang campurkan dengan gula dan air leri, fermentasi 14-21 hari

Dosis :
4 liter MOL dalam 17 liter air ,semprotkan pada tanaman

Grup facebook : ayam kresing super 2
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
HP : 085229779252
malam jumat dan hari jumat tidak terima sms dan telpon














Monday, March 4, 2013

TERNAK BELUT SIDAT CACING DAN PUPUK KASCING



                       TERNAK BELUT SIDAT CACING DAN PUPUK KASCING

TERNAK BELUT
Belut sawah Monopterus Albus/ Fluta alba waktu waktu ini baru jadi booming, di ternakan di mana mana. Daya tarik harga tinggi dan stabil membius keinginan untuk mencobanya. Meski dengan keilmuan yang masih kira kira menurut kreasi sendiri sendiri.

Ada yang berhasil tapi banyak juga yang berguguran di tengah jalan, sebab belutnya tidak berkembang, kuntet atau mengalami kanibalisme karena belut termasuk ikan Carnivora, pemakan ikan lain yang lebih kecil termasuk belut berukuran kecil. Sehingga tebar bibit 15 kg hanya bisa panen 5 kg saja.

Termasuk ikan Nocturnal, aktiv di malam hari dan bersembunyi di siang hari, karena punya Labbyrint yang berarti bisa mengambil O2 dari air dan dari udara bebas, jadi agak enak nanti kita buat konstruksi kolamnya.

Sifat Hemophrodits mengakibatkan kesulitan sebagian rekan peternak untukmembedakan Gonad jantan dan betina. Sewaktu masih muda belut berkelamin betina dengan panjang 20-30 cm selalu berkelamin betina, namun setelah tua panjang tubuh lebih dari 35 cm berkelamin jantan.

Tanda tanda sekunder tidak terlalu Nampak nyata ,biasanya hanya dengan melihat Gonad , belut jantan setelah tua gonad telah susut dan mengecil, dengan cirri cirri tubuh ukuran kepala dan tengkuk besar, tubuh berwarna abu abu bening, pada sisi perit kasar dan suram.

Sedang pada betina belut muda tapi sudah dewasa gonad/kelamin pada perut kelihatan besar berisi sel sel ovum telur. Dengan cirri cirri fisik , kepala dan tengkuk kecil, warna hijau muda pada bagian punggung dan putih kuning pada bagian perut, sisi perut bening dan halus, bila sudah mengandung terlihat butiran butiran telurnya.

Konstruksi jenis kolam
Bisa kotak persegi atau setengah lingkaran drum atau sesuaikan saja dengan lahan yang di punyai, ini bukan ketepatan presisi yang di tuntut tapi luasan kolam yang lebih urgent.

Drum yang di belah dua dapat di pakai atau kolam terpal atau kolam semen atau kolam bekas ikan lele bisa di pakai. Kapasitas populasi per meter persegi untuk kolam pembibitan adalah 2 jantan  6 betina, tinggal menghitung luas kolam untuk mengetahui berapa jumlah bibit Indukan yang mesti dimasukan.

Sedang untuk kolam pembesaran 1 meter persegi kepadatan populasi tebar 1- 1,5 kg dengan jumlah bibit belut per kg adalah 100 – 120 ekor. Dengan asumsi masa pemeliharaan 4 bulan 1 kg tebar bibit akan memanen belut dewasa 5-7 kg dengan pakan cacing murni yang di habiskan 2,5 – 5 kg.



Media isi kolam
Kegagalan dalam beternak belut salah satu sebab adalah media hidup. Bukanya tidak cocok, tapi media yang belum matang, peternak kesusu menebar bibit belut, akhirnya mati semua karena media hidup masih mengeluarkan energy panas gas metana.

Media yang bisa di gunakan batang pisang cacah, lumpur atau tanah topsoil, jerami, baglog jamur bekas, kotoran ayam atau sapi. Yang penting komposisi harus tepat dan tidak harus media itu di pakai semua, lihat saja mana bahan media yang mudah di dapat, itu yang di pakai.

Komposisi media :
Lumpur 20-30%
Batang pisang 20 %
Kotoran 40 %
Jerami 20 %

tapi ini bukan komposisi paten yang harus seperti itu, karena jika ada baglog bekas jamur porsinya bisa 70 % sendiri baglog bekas jamur. Yang terpenting adalah proses prosedur pengolahan media itu yang harus tepat. Dengan langkah langkah sebagai berikut :

1. Masukan jerami 10 % pada bagian dasar
2. Kotoran masukan 20 %
3. Batang pisang 10 %
4. Lumpur 10 %
5. Masukan lagi jerami 10 % ke dua
6. Kotoran 20%
7. Lumpur 10 %, lalu masukkan air hingga media basah semua sampai ke dasar kolam dan di atas media permukaan masih ada sedikit air, biarkan selama 1 minggu….setelah itu, anda masuk ke kolam ,injak injak hingga merata ke seluruh permukaan kolam dengan tujuan agar media tercampur rata atau bisa juga di balik balik…tapi agak ribet ini. Lalu setelah di rasa cukup , ratakan permukaan media
8. Masukkan cacahan batang pisang sebar merata di seluruh permukaan media lalu masukan air kembali hingga nyemek nyemek di permukaan atas media.Kalau bisa usahakan air selalu mengalir pelan ke kolam tapi harus di buat lubang pembuangan air…seperti ini hingga minggu ke 3. Hari 1 awalminggu ke 4 masukan tanaman enceng gondok di permukaan media menutupi 2/3 luas permukaan media. Setelah genap 30 hari dan proses fermentasi media sempurna dengan tanda media bau lumpur dan saat tangan di masukkan sudah tidak mersakan panas… baru bibit di tebar. Iya…tinggi media 50 cm.

Jenis pakan
Cacing, semua jenis cacing bisa, irisan keong, rebusan katak, ampas tahu, rebusan daging ayam atau semua unsure protein hewani bisa menjadi bahan pakan belut, termasuk telur gagal tetas, setelah di rebus remat remat jadikan pakan belut.


Pembibitan
Kepadatan tebar kolam pembibitan 2 jantan 6 betina untuk kolan seluas 1m2. Dengan panjang bibit jantan minimal 35 cm betina 25 cm, dengan syarat media seperti di atas dan jatah makan juga yang telah di jelaskan.

Terjadinya perkawinan di tandai dengan adanya busa busa di atas lubang sarang, setelah 10 hari busa busa putih tersebut akan hilang, tandanya perkawinan telah selesai. Dalam suhu 28 – 30 C, telur belut akan menetas dalam waktu 8-10 hari.

Usia 5-8 hari setelah menetas, anakkan belut harus segera di ambil masukan dalam kolam tampungan. Dalam satu lubang sarang akan di panen 100-200 ekor bibit belut kecil, banyak sedikit hasil panen terggantung jumlah bibit yang di jadikan indukan.



Tebar bibit
Hati hati dengan pemilihan asal atau cara bibit belut di tangkap. Sistem tangkap belut biasanya dengan di pancing, di setrum. Bibit belut asal di setrum dan di pancing tidak bisa di jadikan bibit, karena belut telah mengalami stress dan biasanya terjadi perlukaan di tubuh belut, ini tidak boleh di tebar karena kemungkinan besar belut akan mati.

Asal bibit terbaik adalah hasil tangkapan belut menggunakan jebakan bubu, wuwu, telik, ini yang paling menjanjikan untuk di jadikan bibit belut, karena belut tidak stress dan tidak luka, sehingga pertumbuhan tidak bakal terhambat

Jika bibit belut di dapat mendatangkan dari luar kota,ada perlakuaan khusus, bibit belut dan air bawaan dari bibit taruh pada kolam tampungan  sementara lalu beri air segar 2 kali lipat jumlah air bawaan, diamkan sehari semalam. Hari kedua beri tambahan Probiotik Top 20 ml/liter air dan beri air rebusan daun sirih 1 liter, biarkan selama 1 jam mulai jam 7 pagi hingga jam 8 lalu tambah air segar baru sebanyak air pada tampungan sementara bibit, hingga sehari semalam.

 Perlakuan ini bertujuan agar bibit baru cepat melakukan adaptasi pada lingkungan baru dan jika bibit belut membawa bibit penyakit, biasanya Virus Aeromonas seperti penyakit pada ikan lele segera mati dan bibit belut lemah biar sekalia mati saja daripada nanti pertumbuhan juga tidak bisa cepat.

 Pagi ke esok harinya belut mulai di tebar ke kolam pembesaran termasuk air yang buat merendam masukan juga dalam kolam pembesaran. Amati reaksi dari bibit belut, jika 15 menit setelah tebar belut sudah masuk ke dalam media berarti media cocok.


Pembesaran
Waktu yang di perlukan dari tebar bibit hingga panen adalah 4 bulan. Padat tebar 1-1,5 kg/m2, jumlah bibit 1 kg adalah 100-120 ekor. Pemberian pakan mulai bakda Magrib dan jam 12 malam, dengan jenis pakan yang saya terangkan di atas. Kebutuhan pakan 1 kg bibit belut  hingga panen 3,5 – 5 kg, pakan harian sesuaikan saja dengan kebiasaan belut dan kesanggupan belut menghabiskan asupan pakan yang di berikan, jika di pagi hari pakan masih sisa, berarti pemberian pakan berlebihan, tinggal di kurangi. Untuk 1 kg bibit belut asumsi panen 5-7 kg.

Pembesaran belut media air 100 %
Media isi kolam 100 % air tawar, tanpa tambahan apapun, hanya dalam kolam di beri potongan pralon ukuran 3 dim yang di potong potong sesuaikan dengan panjang dan lebar kolam. Pralon ini di susun bertingkat selang seling dari dasar kolam hingga 5 cm di bawah permukaan air kolam, fungsinya sebagai tempat bersembunyi dan menghindari sinar matahari.

Manajemen pemeliharaan sama dengan pelihara media normal, 15 hari sekali air kolam di ganti 50% dengan air yang baru. Jenis pakan pada kolam air yang terbaik adalah pakan hidup missal ikan ikan kecil, cacing hidup. Jika memberi pakan rebusan daging ayam/tikus, atau irisan keong, taruh dalam wadah beri tali, baru masukkan ke kolam.

Kalau ingin mengangkat wadah pakan tenggelam ini tinggal menarik talinya, tapi yang perlu di pahami, pemberian pakan tidak bergerak/mati , porsi pemberian di buat kurang jangan berlebihan. Sehingga tidak ada pakan sisa di dasar kolam yang merupakan sumber cemaran air kolam dan sumber dari penyakit yang bisa menyerang kesehatan belut.

Padat tebar, lama pemeliharaan sama dengan pemeliharaan normal, yang harus benar benar di perhatikan adalah kualitas air kolam. Keunggulan pemeliharaan system ini, pada fisik belut terlihat cerah bersih, sehingga punya nilai jual lebih di banding hasil dari kolam normal.

Sebetulnya padat tebar bisa di buat hingga 5 kg/1m2, tapi jika baru tahap uji coba ,padat tebar 1,5kg/m2 sudah cukup baik, sambil mempelajari perilaku belut di media air 100% dan yang tidak boleh di lupakan persoalan dengan penyakit.

Penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit Bercak Merah, kemungkinan karena virus aeromonas yang dapat di atasi dengan Probiotik Top yang di kombinasikan dengan rebusan air daun sirih. Lebih pas lagi jika belut yang di pelihara adalah belut rawa Monopterus sp, maka proses adaptasi lebih mudah lagi karena belut ini sudah terbiasa hidup di media air.






Ternak Sidat

Sidat bentuk tubuh hampir sama dengan belut, bedanya pada sidat cuping telinga tumbuh lebih besar seperti sirip depan pada ikan. Disamping belut hanya bisa hidup di air tawar sedang sidat bisa hidup di air laut dan air tawar. Sifat khusus pada sidat, selalu berpindah migrasi ke laut saat berpijah atau kawin dan berlahan lahan kembali ke pinggiran sungai di perairan tawar saat tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.Jadi, ketika dewasa lebih adaptif dengan air tawar, tapi waktu kecil sangat adaptif dengan air asin.

Selama ini ada ada 2 jenis sidat yang berkembang di perairan Indonesia, yaitu Anguilla Bicolor dan Anguilla Mauritania.

Anguilla Bicolor, biasa di sebut freshwatereel, warna tubuhnya hitam kekuningan dan bagian punggung berwarna gelap/hitam coklat mirip belut sawah.

Anguilla Mauritania, sidat atau moa kembang, warnanya juga 2 macam. Pada tubuh bagian punggung gelap hitam hijau tua, dan bagian perut warnanya putih keruh agak pucat.

Metode pemeliharaan sama persis dengan pemeliharaan belut system media air 100%. Kedua jenis sidat dapat diternakan, dengan waktu 4-5 bulan, bobot per ekor bisa 0,7- 0,9 kg.

Kiat jitu ternak sidat :
1. Gunakan bibit hasil dari perangkap atau di jarring, jangan gunakan bibit asal setrum karena tidak bisa maksimal pertumbuhannya, padat tebar 20-30 ekor/m2 atau bobot tubuh 2-3 ons/ekor.
2. Dalam kolam beri rangkaian pralon seperti pada pemeliharaan belut, ikuti panjang dan lebar kolam, bisa di beri jarak tiap 1 meter beri rangkaian pralon.
3. Beri naungan sebagian kolam pembesaran, karena sidat suka dengan tempat yang gelap dan alergi dengan sinar matahari.
4. Biasakan sidat memakan pellet buatan pabrik, tapi tentu saja setelah di lakukan perlakuaan khusus. Pellet pabrik tumbuk menjadi tepung lalu tambahkan cacing/ tepung ikan/minyak ikan, lalu beri air panas aduk, cetak bentuk pellet lagi lalu oven hingga kering baru kasihkan ke sidat. Ini berlangsung hingga sidat mau makan pellet pabrik ,selama 7 hari hingga sidat senang memakan pellet.
5. Perggantian air kolam sebanyak 50% dari volume kolam setiap 1 bulan sekali/ 15 hari sekali.
6. Lakukan penyiponan kotoran dan sisa pakan dari dasar kolam 15 hari sekali.
7. Sortir besar kecil ikan sidat lalu pisahkan tiap 30 hari sekali
Semoga sukses………






Ternak Cacing Lumbricus Rubellus dan Pupuk Kascing

Saya buat intergratif seperti ini biar anda, ternak cacing untuk pakan sidat dan belut, sebagai pakan terbaik, cepat memacu pertumbuhan, sedang kascing nya bisa buat pupuk organic atau di jadiin media ternak belut.

Media usahakan 100% kotoran sapi atau 50% kotoran ayam : 50% kotoran sapi,jangan kotoran kambing sebab terlalu keras untuk di uraikan. Sebelumdi pakai media harus di matangkan atau di komposkan terlebih dahulu.

Pembuatan media :
Hamparkan kotoran sapi atau ayam atau campuran ke duanya,aduk aduk merata, bio stater bisa pake em4 atau buat mol mikro organism local. Ambil besek bagian dalam beri daun bamboo  lalu beri nasi matang merata, letakkan dalam suhu ruangan selama 7 hari atau setelah bentuk nasi sudah mencair berarti mol sudah jadi + mol keong : ambil keong buang cangkang, lembutkan daging keong. 1 kg daging keong beri air 3-5 liter air segar + gula 0,25 kg, peram 7 hari .

Bahan yang mau di jadikan media siram merata, dengan kadar basah jika bahan ini dikepas tinggal menetes air sedikit ,jangan seperti bubur itu terlalu basah. Bahan yang telah di basahi masukan dalam plastic, drum atau di hamparkan di lantai semen lalu di tutup terpal selama 7 hari.

Bahan sudah jadi jika warna berubah kehitaman, sudah tidak mengeluarkan energy panas yang tak terasa pada tangan saat di masukan dalam media. Bahan jadi ini bongkar ,angin anginkan selama 3-5 hari baru bisa di pakai media ternak cacing.

Kotak Ternak
Panjang dan lebar sesuaikan dengan lahan yang di miliki, tidak harus pakai kotak kayu lapis plastic, sebab ternak cacing bisa langsung di hamparkan di lantai semen dengan pembatas tepi hanya menggunakan batu bata, yang penting ketinggian media 15 cm.

Jika pakai kotak kayu/bamboo yang di lapisi plastik, bisa di buat bertingkat/bertumpuk dengan jarak antar kotak ke atas adalah 10 cm, bisa bertumpuk hingga 8 tumpukan dan panjang lebar kotak sesuaikan dengan lahan yang di punyai sebab ini bukan ukuran kotaj yang mengikat harus seperti itu.

Perkembangan cacing dalam 35 hari seekor cacing dewasa bisa menghasilkan 5-15 Kokon, yang mana setiap kokon bisa menghasilkan 15 ekor cacing generasi baru.

Ciri cirri cacing dewasa , panjang lebih dari 5 cm, lambat gerakan, garis kuning bawah perut serta gelang gelang di tubuh berwarna merah menyala. Begitu cepatnya perkembangan cacing dalam 3 bulan populasi cacing bisa 3 X lipat, sehingga pembelian Indukan hanya sekali saja saat pertama kali melakukan ternak cacing , seterusnya kita sudah menghasilkan Indukan sendiri.

Bahan Pakan Cacing
Media hidup sebenarnya secara tidak  langsung merupakan bahan pakan bagi cacing, tapi jika di rasa kurang bisa di beri pakan ampas tahu atau blenderan dari daun semacam sawi hijau atau putih atau semua daun yang bertekstur lembut bisa di berikan.

Kandang cacing usahakan tertutup,jangan terkena sinar matahari dan lingkungan kandang usahakan lembab dengan di siram air.

Cara pemberian pakan hamparkan pada permukaan media pada sore hari dan cek di pagi harinya masih apa tidak, jika masih berarti pemberian pakan kemarin sore kelebihan, terus seperti itu hingga ketemu takaran yang pas, sebab pemberian pakan selalu berubah sesuai dengan usia cacing.

Kascing
Vermicompos sebutan lain untuk kascing. Tanah yang di beri kascing akan gembur remah, sehingga akar tanaman leluasa mencari sumber hara.

Kandungan hara dalam kascing :
Nitrogen : 1,79%
Fosfat      : 0,85%
Kalium     : 1,79%
Karbon    : 27,13%
Kalsium Lengas : 30,52%
Rasio Karbon Nitrogen : 15,2%

Yang sangat di harapkan dari kascing adalah lender air liur dari cacing mengandung hormone pertumbuhan. Nah….tak kasih tahu lagi kan sumber dari hormone alami…? Berperan sebagai hormone pertubuhan dan sebagai antibiotika alami. Bila di larutkan dalam air, air liur ini akan menjadi pupuk cair. Perbandingan 1 lendir air liur : 10 air segar, peram 7 hari sudah jadi.

Grup facebook : ayam kresing super
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
HP : 085229779252
malam jumat dan hari jumat tidak terima sms dan telpon






























Friday, February 22, 2013

ALAS LITTER SISTEM POSTAL



                                  ALAS LITTER SISTEM POSTAL

Alas liter system postal tercipta secara tidak sengaja saat akhir perang dunia II. Rakyat di mobilisasi untuk menyediakan bahan pakan untuk bekal tentara di garis depan, karena tenaga kurang saat itu maka bekas kandang ayam yang di pakai pada periode pemeliharaan yang lalu di pakai kembali tampa sempat untuk di bersihkan dahulu.

Prof. Kenmard terheran heran dengan produktivitas yang di hasilkan malah lebih tinggi di banding dengan pola pemeliharaan normal. Produksi telur dan daging lebih tinggi dan daya tetas telur meningkat dengan tajam.

Dengan dasar liter campur kotoran lama , tidak menyebabkan DOC terkena berak darah, penyakit yang biasanya pasti menyerang DOC yang di pelihara di lantai. Di samping sifat Kanibalisme tidak pernah terjadi pada kandang system liter postal.

November 1950, percobaan liter postal ini di uji lagi di Eropa, ayam usia 13 minggu di masukkan  dengan tampa mengganti alas jerami lama ,yang setiap 13 minggu sekali alas liter di ambil sebagian untuk memupuk tanaman hingga berulang 13 kali selama 2 tahun pemeliharaan dan hasil bagus.

Musim dingin 1952, percobaan itu di uji lagi pada alas jerami kotor yang telah 6 kali di pergunakan dan tidak pernah di ganti. Penimbangan DOC saat usia 6 minggu ternyata rata rata 10% lebih tinggi di banding hasil dai kandang yang bersih.

Penyelidikan secara luas menunjukan bahwa bakteri dan lapukan kotoran lama seperti kompos di samping menimbulkan proses dismilati, mineralisasi, juga membentuk berbagai vitamin. Antara lain vitamin B12 yang besar sekali pengaruhnya terhadap kekuatan lembaga dan membantu mempercepat pertumbuhan ayam.

Kotoran ayam baru saja di keluarkan tidak mengandung Vitamin B 12 tetapi bila kotoran tersebut berada pada suhu 30 derajat selama 1 minggu saja, maka kadar vitamin B 12 akan berlipat ganda. Jika syarat hidup bakteri baik dan sesuai maka akan terus menerus di hasilkan vitamin B 12 dan vitamin lainnya.

Syarat syarat alas litter postal adalah :
1. Keadaan konsistensi dari dasar jerami. Lapisan atas jerami usahakan tidak tertutup kotoran ayam semua.Ayam suka ceker ceker sehingga secara tidak langsung sudah merupakan pengadukan pembalikan alas secara otomatis

Dasar jerami tidak boleh kering total tapi juga tidak boleh terlalu basah, pada jerami kering tidak menimbulkan energy panas, dasar jerami buat agak lembab.



2. Tebalnya dasar jerami. Ketebalan 30 cm dan kondisi agak lembab akan muncul energy panas. Kondisi panas menunjukan bakteri sedang berkembang, sehingga bakteri pathogen akan mati . Jika dasar jerami lembab ini di timbun lagi dengan jerami baru maka temperature naik hingga 67 derajat celcius yang jauh melebihi ambang batas hidup bakteri pathogen.Dan tak perlu kuatir akan kotoran ayam yang menumpuk terlalu banyak , sebab hal ini tidak akan terjadi, karena kotoran lama yang keluar dengan proses khemis dan mikrobiologi akan di ubah menjadi senyawa lain vitamin mineral,maka tidak mengherankan kalau ayamsuka mengais ngais nya dalam mencari makan dan ayam tersebut tidak sakit malah produktivitasnya meningkat.

3. Jenis jerami yang di gunakan. Jenis alas yang di gunakan adalah rumput kering, jerami padi, kulit kedelei, dedak kasar, gilingan janggel jagung, jangan di buat padat tapi agak renggang agar udara bisa masukkarena aerob system.

Jika baru mencoba sedikit saja dulu kapasitas pemeliharaan, tujuan liter postal adalah membentuk kotoran ayammenjadi multi vitamin dan mineral.

Grup facebook : ayam kresing super 2
Twitter : @betha_sutrisno
Grup : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
HP : 085229779252





Thursday, February 21, 2013

BROODER PEMANAS GRAJEN KAYU DAN BRIKET BATUBARA



                             BROODER PEMANAS GRAJEN KAYU DAN BRIKET BATUBARA

Masa Brooding adalah masa kritis dalam pemeliharaan DOC DOD DOQ, seandainya sukses pada tahap ini maka pemeliharan ke depan akan makin mudah penanganannya. Jika sebaliknya, maka hanya kesulitan dan mortalitas tinggi saja yang akan menggangu irama kerja peternak.

Apalagi menurut BMI, hingga akhir bulan Maret 2013 merupakan puncak musim hujan. Kelembaban tinggi sudah pasti mengancam kelangsungan hidup ternak. Maka peternak harus sudah siap menghadapi masa masa kritis tersebut.

Brooder pemanas grajen kayu dan briket batubara salh satunya, sebenarnya jika anda punya IGM Indukan Gas Medion, anda tidak perlu repot repot dengan tungku grajen dan batubara. Solusi yang saya paparkan ini buat anda yang tidak punya IGM seperti saya….hohhoho

Kenapa pemanas di perlukan ? 2 minggu pertama pemeliharaan adalah masa krisisnya di mana saat itu adalah waktu waktu pembentukan antibodydan perkembangan saluran pencernaan dan pernapasan. Maka jika anak ayam merasa tidak nyaman dengan lingkungannya di kuatirkan keunggulan genetic yang di milikinya tidak akan muncul dan ini merupakan kerugian bagi peternak.

2  minggu di atas itu bagi ayam broiler atau pedaging ,sedang pada layer atau petelur masa brooding berlangsung hingga 30 hari.Tapi ini teorinya…jika DOC kurang sehat dan lingkungan yang exstrem maka kemungkinan masa brooding bisa di perpanjang dengan situasi yang terjadi.

Sudah langsung saja pembahasannya ya……..?

BAHAN :
1. Tungku tanah bisa untuk kapasitas 500 ekor atau tungku bekas cat 25 kg yang dari seng bisa untuk 1000 ekor DOC yang bertahan semalaman.
2. Grajen atau briket batubara
3. Potongan kayukering sepanjang 15-20 cm untuk pemantik api
4. Potongan pralon ukuran 2 dim panjang 30 cm dan 50 cm
5. Minyak tanah dalam botol aqua yang tutupnya di lubangi pake paku reng

PEMBUATAN TUNGKU
Beli bekas cat 25 kg, sempurnakan lingkaran tong agar bundar merata, 5 cm dari dasar tong beri lubang melingkar seukuran 2 dim, buat agak longgar sedikit agar saat memasukkan pralon mudah masuk juga mudah lepas. Atau beli saja tungku gerabah tanah liat ke pasar tradisional.






PENGISIAN TUNGKU
Siapkan tungku, masukan pralon 15-20 cm pada lubang bagian bawah,masuk setengah lingkaran saja dan pralon 50 cmtegakkan pas di tengah tungku merapat pada ujung pralon 15-20 cm. Masukkan grajen kayu setinggi 10 cm lalu padatkan, pada sekeliling pralon tegakberi briket batubara 3 biji, beri grajen lagi 15 cm padatkan , beri briket batubara lagi 3 biji, isi kembali grajen sampai tungku penuh dan padatkan lagi…begitu

Pelan pelan cabut pralon bawah dengan di ulirkan pelan hingga tercabut, begitupun pada pralon tegak 50 cm, pelan jangan sampai grajen ambrol. Semprotkan minyak tanah pada lubang tengah pada dinding dinding grajen secukupnya

Siapkan potongan kayu semprot minyak tanah, bakar masukkan lubang bawah, tunggu sebentar lalu bakar lagi potongan kayu kering masukkan pada lubang tengah tungku, paling lama 5-10 menit tungku sudah jadi sudah tidak mengeluarkan asap lagi.

Mulai di nyalakan saat waktu Magrib,  nanti habis sekitar jam 3-4 pagi, lalu buat lagi pemanas tungku yang baru lalu nyalakan lagi. Tidak perduli siang atau malam jika masih terlihat DOC kruntelan bergerombol maka artinya tungku pemanas masih di perlukan.

Di samping masa brooding tentu mensyaratkan hal lain juga seperti sekat, tempat minum dan pakan dan sekam. Yang perlu di perhatikan, sekam basah tidak boleh di buang atau di aduk aduk…langsung beri sekam baru saja di atasnya. Kalau diaduk aduk maka amoniak akan menguar keluar malah mengganggu kesehatan DOC.

Grup facebook : ayam kresing super 2
Twitter : @betha_sutrisno
Blog : bumiternak-betha.blogspot.com
Email : betha_sutrisno@yahoo.co.id
HP : 085229779252